Viral

Studi Kasus Kisah Cinta Kaesang-Felicia Tissue

dtv - detikNews
Sabtu, 29 Mei 2021 08:28 WIB
Jakarta -

Felicia akhirnya memberanikan diri blak-blakan tentang Kaesang yang tiba-tiba menghilang alias ghosting. Felicia menuntut masalah dengan Kaesang ini diselesaikan secara kekeluargaan karena Kaesang sudah berjanji akan menikahinya setelah 5 tahun berpacaran.

Felicia mengatakan masalah dengan Kesang ini bukan hal jodoh atau tidak jodoh, namun ini masalah etika. Felicia sudah dibawa-bawa juga ke acara-acara penting keluarga Kaesang, dan Kaesang sudah kenal dengan keluarga Felicia.

Konsultan cinta Lex dePraxis menguraikan tentang asal muasal istilah ghosting yang dialami Felicia. Istilah itu, menurutnya, umum digunakan dalam hubungan online via medsos atau aplikasi kencan. Namun akhirnya mengalami pengembangan makna.

"Namun ke sini-sini, saya perhatikan itu mulai melebar, dalam konteks berpacaran serius. Bahkan ada juga karyawan, apa namanya, bos di-ghosting sama karyawannya, ngilang gitu aja. Atau anggota keluarga yang di-ghosting sama anaknya atau di-ghosting sama bapaknya. Jadi ini sudah melebar. Jadi tadi itulah, menghilang tanpa ada kabar. Entah dia menutup komunikasi atau tidak ada respons sama sekali," ujar Lex dalam program Viral, Jumat (28/5/2021).

Penyebab ghosting seperti yang terjadi dalam hubungan Felicia dan Kaesang bisa faktor internal maupun eksternal. Penyebab internal misalnya miskomunikasi, lelah, bosan, atau ada perbedaan prinsip. Sedangkan faktor eksternal misalnya pengaruh teman atau keluarga.

"Jadi bisa seperti itu, itu dari internalnya, dari hubungannya sendiri. Ada juga yang terjadi dari luar hubungannya, misalnya si orang ini masuk ke dalam kerjaan baru, ya kan misalnya dia dimutasi atau pindah ke lokasi baru. Akibatnya, dia jadi punya perbedaan minat. Dia jadi orang yang berbeda saat ini. Dia jadi belajar ilmu baru, dia baru lulus dari misalnya sebuah studi tertentu. Nah, keluar dari situ dia merasa jadi lebih pintar, lebih apa. Jadi pemikirannya sudah berbeda, berubah. Maka minatnya juga berubah," terang Lex.

"Bisa juga ada tekanan dari teman-teman, ini dari luar nih semuanya dari luar, bukan dari hubungan itu sendiri, tapi dari luar. Misalnya teman-teman bilang 'Yaaa, masa sih ada di hubungan kayak gini', atau 'Ada yang lebih bagus di luar sana', atau bisa juga dari keluarga yang ngomong ini, ngomong itu, segala macem. Jadi dari internal hubungan bisa mempengaruhi, dari eksternal hubungan juga bisa mempengaruhi. Yang jelas, biasanya, kalau orang ghosting, yang saya tahu ya, itu terjadinya nggak mendadak, tidak tiba-tiba hilang," lanjutnya.

Ghosting, menurut Lex, sebenarnya tidak terjadi begitu saja. Dan kita tidak bisa menilai kalau ghosting merupakan jalan 'pengecut' yang diambil dalam mengakhiri sebuah hubungan. Kaesang mungkin punya alasan tertentu yang tidak diungkapkan kenapa meninggalkan Felicia.

"Ya, sama seperti kalau kita bicara orang selingkuh. Apa selingkuh itu selalu berarti terjadi karena orangnya amoral? Kan nggak selalu begitu, gitu loh. Ada banyak faktor yang mempengaruhi. Namun ya memang perlu ditelusuri, apa sebabnya. Kalau memang kemarin ada berita rame seperti ini, kan orang Indonesia memang seneng menghakimi. Orang Indonesia tuh seneng tahu, seneng blablabla. Itu memang kebiasaan yang kurang baik dari masyarakat kita yang nggak tahu apa-apa tapi sok tahu dan cerita banyak tanpa mempertimbangkan banyak area," jelasnya.

(gah/gah)