Gerakan Pekerja Muslim Demo di Kantor Perwakilan PBB: Israel Go to Hell!

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 28 Mei 2021 12:48 WIB
Jakarta -

Sejumlah buruh yang tergabung dalam Gerakan Pekerja Muslim Indonesia (GPMI) melakukan aksi depan gedung perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jakarta Pusat (Jakpus). Orator pun berbicara dengan bahasa Inggris sambil mengkritik PBB dan Israel.

Awalnya, buruh berkumpul di sekitar Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakpus, sebelum melakukan aksi. Setelah berkumpul, mereka melakukan long march ke gedung perwakilan PBB, Jl MH Thamrin, Jakpus.

Sesampai mereka di lokasi, orator bergantian berorasi. Saat mendapat giliran, Presiden Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) yang juga sebagai Presidium GPMI, Daeng Wahidin, berorasi dengan bahasa Inggris.

"Buat Sekretaris Jenderal in New York, wherever you are, we are the moslem worker Indonesian. We are in front of your embassy. Look at this! Just what, Israel go to hell! Amerika Serikat go to hell! Palestina... freedom for Palestina. Indonesia we stand for (suara tidak terdengar jelas)," ujar Daeng Wahidin, saat berorasi dari atas mobil komando, Jumat (28/5/2021).

Wahidin mengatakan PBB telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Sebab, lanjutnya, PBB membiarkan Israel menyerang Palestina.

"Hari ini PBB terbukti telah melakukan pelanggaran secara terstruktur, sistematis, dan masif. Melakukan pelanggaran deklarasi hak asasi manusia, Saudara-saudara. Dengan membiarkan Israel melakukan bombardir, melepaskan bom-bom yang sebenarnya tidak boleh digunakan oleh orang," ucapnya.

Wahidin ingin PBB melakukan tindakan kepada Israel. Dia lalu mengartikan singkatan PBB dengan arti lain.

"Hari ini PBB jika tidak ingin disebut perserikatan b******-b******. Anda harus berani menegur Israel dan menyatakan bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang, Saudara-saudara. Kejahatan perang yang luar biasa karena telah melakukan serangan yang sewenang-wenang, membabi buta, brutal, dan biadab kepada rakyat Palestina yang telah memiliki senjata apa pun," ucap Wahidin.

"Namun PBB, Saudara-saudara, sekali lagi adalah persatuan bandit-bandit, persatuan b******-b****** yang tidak memiliki taji kepada Israel. Untuk itu, Gerakan Pekerja Muslim Indonesia meminta kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk benar-benar konkret, konsisten, pada gagang deklarasi hak-hak asasi manusia," tambah dia.

Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), yang juga sebagai Presidium GPMI, Riden Hatam Aziz menambahkan buruh menuntut agar PBB memberikan sanksi kepada Israel. Lainnya, Riden mengatakan para buruh ingin Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa lebih berperan membantu Palestina.

Israel Diminta Pergi dari Palestina

Dia pun menerangkan buruh ingin Israel angkat kaki dari tanah Palestina. Kemerdekaan Palestina, lanjutnya, harus diakui.

"Tuntutan kami adalah, pertama, kepada PBB, meminta segera memberikan sanksi yang sekeras-kerasnya kepada zionis Israel yang sampai hari ini masih terus-menerus melakukan tindakan militernya. Walaupun sudah ada gencatan senjata, faktanya selalu mengingkari. Maka ini menjadi tanggung jawab PBB sebagai lembaga resmi dunia untuk melakukan tindakan yang tegas," ujar Riden.

Terpantau, buruh selesai melakukan aksi di depan kantor perwakilan PBB. Buruh kembali ke sekitar Patung Kuda Arjuna Wijaya. Mereka break melakukan aksi untuk melaksanakan salat Jumat terlebih dahulu.

(sab/gbr)