KPK Telaah Laporan Dugaan Korupsi Pembangunan Asrama UIN Jakarta

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 27 Mei 2021 22:14 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron memastikan bahwa KPK menindaklanjuti dugaan korupsi pembangunan asrama mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. KPK masih menelaah lebih lanjut soal dugaan tersebut.

"UIN Syarif ya, sekali lagi laporannya memang masuk dan kami masih dalam penelaahan," kata Ghufron, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (27/5/2021).

Ghufron mengatakan KPK butuh waktu untuk mengungkapkan kasus ini karena masih ditelaah. Nantinya, jika dugaan ini sudah ada titik terangnya, KPK akan menginformasikan ke publik.

"Bagaimana lebih lanjut, mohon ditunggu sampai kami akan melaporkan kepada publik lebih lanjut," katanya.

Sebelumnya, pembangunan asrama mahasiswa di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2019 dilaporkan ke KPK karena diduga terdapat unsur tindak pidana korupsi. KPK telah menerima laporan itu dan saat ini sedang mempelajarinya.

Pelaporan itu disampaikan seseorang yang enggan disebutkan namanya tapi memberikan kuasa kepada seorang pengacara bernama Gufroni. Dia menyebut laporan itu disampaikan pada 7 Mei 2021.

Dalam laporan itu disebutkan awalnya pada Mei 2019 Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Amany Lubis membentuk panitia pembangunan asrama mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sesuai SK Rektor Nomor 475 tanggal 13 Mei 2019. Setelahnya, panitia bergerak mengumpulkan dana kepada sejumlah pihak.

"Setelah pembentukan panitia, panitia mulai bergerak menghimpun dan mencari dana ke ranah negara dengan mengirimkan surat dan proposal dana kepada kementerian dan BUMN serta lembaga negara. Dari hasil pencarian dana tersebut, terkumpul dana miliaran rupiah yang kemudian digunakan untuk melakukan pembangunan asrama mahasiswa," ujar Gufroni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/5).

(lir/lir)