Cerita Wakil Ketua KPK Telepon Pegawai Tak Lulus TWK

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 27 Mei 2021 19:58 WIB
(Kiri-kanan) Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, Menaker Ida Fauziyah, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto memberi paparan usai pertemuan ketiga belah pihak di Gedung KPK, Jumat (2/10/2020). Ketiga lembaga membahas penyaluran bantuan subsidi/upah.
Nurul Ghufron (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron buka suara soal keputusan bersama antara KPK, BKN, KemenPAN-RB, dan Kemenkumham yang 'menyingkirkan' 51 orang pegawai tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). Ghufron mengaku menelepon sejumlah pegawai yang tak lolos TWK itu.

"Perlu kami sampaikan juga, berkaitan dengan diri saya. Saya menelepon seorang pegawai yang gagal PNS. Saya perlu pastikan, benar saya orang menelepon orang itu saja. Tapi yang saya telepon bukan orang itu saja," ucap Ghufron dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (27/5/2021).

Ghufron menyebut dia menelepon sejumlah pegawai yang tak lolos tes ASN. Dia mengatakan hal itu dilakukannya untuk menyampaikan simpati dan empati kepada pegawai tersebut.

"Semua orang yang saya kenal, kan kami pada saat mengumumkan tidak tahu orang per orang. Tanggal 5 (Mei 2021) kami umumkan, menjelang Idul Fitri, ada beberapa orang sampaikan 'Pak, ini masuk TMS'. Iya, saya jangankan ke yang bersangkutan, saya kepada seorang ini pejabat struktural KPK yang dari awal merumuskan dan membahas bersama saya mulai dari Perkom sampai kebijakan alih status pegawai KPK tersebut, saya juga meneleponnya. Jadi bukan hanya dia saja, beberapa pejabat yang bersinggungan dan kenal dengan saya, saya telepon dan saya sampaikan simpati dan empati saya," ucapnya.

Dia mengatakan telah menyampaikan komitmen memperjuangkan nasib para pegawai yang tak lolos TWK tersebut. Ghufron mengaku menyampaikan empati kepada beberapa pegawai yang tak lolos TWK, bukan cuma satu orang.

"Ke dia dan kami berkomitmen memperjuangkan. Jangan dianggap kami subjektif pada orang tersebut, tentu kepada orang-orang yang kenal, yang di HP saya ada nomornya saya kontak untuk menyampaikan empati saya kepada beberapa orang bukan hanya seorang saja," tuturnya.

Sebelumnya, 75 pegawai KPK dinyatakan tidak lolos TWK untuk alih status sebagai ASN, di antaranya penyidik senior KPK Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo, dan sejumlah pejabat struktural, seperti Sujanarko dan Giri Suprapdiono. Para pegawai yang tak lolos itu kemudian diminta menyerahkan tugas kepada atasan masing-masing.

Presiden Jokowi kemudian memberi arahan agar hasil TWK tidak serta-merta dijadikan dasar pemberhentian para pegawai. Dia juga meminta tak ada pegawai yang dirugikan dalam alih status menjadi ASN.

Terbaru, para pimpinan KPK telah menggelar pertemuan dengan pihak BKN, KemenPAN-RB, hingga Kemenkumham. Hasilnya, 51 pegawai KPK dinyatakan 'merah' dan tak bisa lagi bergabung dengan KPK. Sementara itu, 24 orang lainnya bakal mengikuti pendidikan lanjutan.

Simak video 'Komnas HAM: Ada Temuan Baru Aduan Novel Baswedan cs':

[Gambas:Video 20detik]

(haf/dhn)