Wamenkes Ungkap DKI Jakarta Dapat Nilai E soal Pengendalian Corona

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 27 Mei 2021 17:11 WIB
eorang seniman melukis mural di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Timur, Rabu (2/12/2020). Nantinya akan ada 100 tiang TOL yang akan dimural dengan gambar protokol kesehatan.
Ilustrasi COVID-19 (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan kondisi bed occupancy rate (BOR) hingga pelayanan COVID di sejumlah wilayah RI. Dante menyebut DKI Jakarta mendapat penilaian kategori E terkait bed occupancy rate hingga tracing Corona.

Awalnya Dante mengungkap kondisi bed occupancy rate yang rata-rata masih terbatas di seluruh wilayah Indonesia. Dia pun memastikan pihaknya terus melakukan persiapan jika ke depannya terjadi lonjakan kasus Corona.

"Sebagai rangkuman BOR, bed occupancy rate rata-rata seluruh Indonesia masih punya kapasitas yang terbatas, BOR perlu terus dimonitor dengan ketat, kami mengadakan rapat secara continue dengan RS vertikal atau RS nonvertikal untuk dapat data-data spesifik tentang BOR. Kami menyediakan persiapan untuk BOR yang lebih meningkat lagi kalau terjadi lonjakan kasus di beberapa saat ke depan," kata Dante saat rapat bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (27/5/2021).

Dante menyebut pihaknya juga telah mendata tiap daerah terkait kondisi bed occupancy rate hingga pelayanan kesehatan selama pandemi. Salah satu yang disorot yakni kondisi di DKI Jakarta yang mendapat penilaian kategori E.

"Atas rekomendasi kami buat matrix tadi ada beberapa daerah yang mengalami masuk kategori D dan ada yang masuk kategori E seperti Jakarta tapi ada juga yang masih di C artinya tidak terlalu BOR dan pengendalian provinsinya masih baik," ucap Dante.

Dalam rapat itu dipaparkan wilayah-wilayah yang diberi penilaian soal pengendalian COVID-19. Tidak ada wilayah yang mendapat penilaian A ataupun B.

Dari 34 Provinsi di RI, hanya DKI Jakarta yang diberi nilai E. Sementara ada 10 provinsi yang diberi nilai C, sisanya mendapat nilai D.

Data penilaian pengendalian COVID di RI.Data penilaian pengendalian COVID di RI. (Screenshoot Video)

Dante menyebut DKI Jakarta berada pada kondisi tidak terkendali dengan kapasitas keterisian tempat tidur. Selain itu, DKI Jakarta disebut tidak terlalu baik dalam melakukan tracing kasus.

Data kualitas pengendalian COVID di 34 provinsi itu tercatat dari 16 hingga 22 Mei 2021.

"Begitu juga kualitas pelayanan, atas rekomendasi tersebut maka kami perlihatkan masih banyak yang masih dalam kondisi kendali kecuali di DKI Jakarta ini kapasitasnya E karena di Jakarta BOR sudah mulai meningkat dan juga kasus tracing-nya tidak terlalu baik," ujarnya.

(maa/idn)