Tak Berizin, Tempat Tes Antigen Corona di Medan Digerebek Polisi

Ahmad Arfah - detikNews
Rabu, 26 Mei 2021 21:54 WIB
Penggerebekan Lokasi Tes Antigen di Lapangan Merdeka depan Kantor Pos Medan
Penggerebekan Lokasi Tes Antigen di Lapangan Merdeka depan Kantor Pos Medan (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Lokasi pelaksanaan tes antigen yang berada di Lapangan Merdeka depan Kantor Pos Medan digerebek polisi. Penggerebekan dilakukan karena lokasi tes ini tidak berizin.

Pantauan detikcom di lokasi pada Rabu (26/5/2021) pukul 19.20 WIB, terlihat sejumlah petugas polisi berpakaian preman berada di lokasi. Petugas terlihat mengumpulkan barang-barang yang digunakan untuk tes di lokasi.

Sejumlah alat tes itu dimasukkan ke dalam kantong pelastik berwarna hitam. Kantong pelastik ini kemudian dibawa oleh petugas kepolisian.

"Diduga tanpa izin. Setelah kami cek mereka hanya mengantongi kerjasama dengan dinas Pariwisata," ucap Wakasatreskrim Polrestabes Medan AKP Rafles Langgak Putra.


Selain tanpa izin, kata Rafles, lokasi tes ini juga diduga tidak mengelola limbah medis dengan baik. Rafles mengatakan limbah medis di lokasi ini disimpan selama 1 Minggu.

"Limbah tidak diproses dengan prosedur yang berlaku. Harusnya satu hari, ini bertahan satu minggu," ucapnya.

Rafles mengatakan dari lokasi pihaknya mengamankan sejumlah peralatan medis. Polisi juga memeriksa 4 orang saksi dari lokasi. "Kami akan mintai keterangan operator, perawat di lokasi. Sementara dokternya tidak ada. Sekitar 4 orang (yang diperiksa)," ucapnya.

Rafles menyebut penggerebekan kali ini merupakan tindak lanjut dari penggerebekan yang mereka lakukan pada Selasa (25/5) kemarin. Rafles mengatakan lokasi penggerebekan itu juga berada di sekitaran Lapangan Merdeka Medan.

"Menindaklanjuti kegiatan kami kemarin, ternyata ada juga di tempat yang berdekatan," tuturnya.

Rafles mengatakan lokasi penggerebekan sebelumnya adalah tes antigen drive thru yang berada di sekitaran Lapangan Merdeka. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

"Masih diselidiki, sekitar 4 orang diperiksa," jelasnya.

(aik/aik)