Waket MPR Minta Pemerintah Antisipasi Peningkatan Pergerakan Warga

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Rabu, 26 Mei 2021 20:43 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengungkapkan museum memiliki kemampuan untuk membangkitkan kembali idealisme dan nasionalisme bangsa Indonesia.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Gelombang pergerakan orang ke sejumlah daerah setelah larangan mudik berakhir mulai meningkat. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta para pemangku kepentingan mengantisipasi hal tersebut dengan langkah yang tepat dan terukur.

"Pasca-larangan mudik berakhir ternyata pergerakan masyarakat ke sejumlah daerah malah menunjukkan peningkatan. Sebagian masyarakat belum memahami makna dari kebijakan pelarangan mudik itu," kata Lestari dalam keterangannya, Rabu (26/5/2021).

Catatan Kementerian Perhubungan pasca-larangan mudik berakhir pada 18 Mei lalu, terjadi pergerakan penumpang 279.000 orang atau naik 191,6% jika dibandingkan dengan pergerakan pada 17 Mei 2021 yang tercatat 95.000 penumpang.

Menurutnya, upaya testing, tracing dan treatments (3T) yang masif di sejumlah daerah harus diterapkan secara konsisten untuk menekan potensi penyebaran virus Corona meluas ke sejumlah daerah. Ia menegaskan dibutuhkan kolaborasi yang baik antara pemangku kepentingan di pusat dan daerah dalam merealisasikan upaya 3T yang konsisten terhadap para pendatang di sejumlah daerah.

Namun, ia mengakui saat ini mulai muncul kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah tempat tinggalnya. Kesadaran itu, tambahnya, dipicu munculnya sejumlah klaster penyebaran baru virus Corona di sejumlah daerah.

"Berdasarkan catatan Satgas COVID-19, pasca-Ramadhan dan Lebaran muncul sejumlah klaster penyebaran COVID-19, seperti klaster salat tarawih di Pati, Banyumas, Banyuwangi, dan Malang; klaster pemudik di Klaten, Cianjur, dan Garut; dan klaster halalbihalal di wilayah Cilangkap, Jakarta Timur," paparnya.

Kesadaran itu juga terlihat dalam bentuk semacam gerakan masyarakat agar para pendatang jelas status kesehatannya dan bebas dari COVID-19 bila memasuki satu wilayah.

Menurutnya, momentum kesadaran kelompok tersebut harus segera dimanfaatkan untuk memperluas kesadaran masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan dalam keseharian mereka.

Kondisi tersebut bisa juga digunakan untuk memperluas cakupan vaksinasi COVID-19 di wilayah sekitar klaster penyebaran itu. Ia berharap dengan kesadaran terhadap pencegahan COVID-19 yang meningkat, masyarakat yang bersedia untuk menjalankan prokes dan menerima vaksin COVID-19 juga meningkat.

(ega/ega)