Setuju Pengaturan Toa Masjid, Muhammadiyah Pertimbangkan soal Privasi

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 26 Mei 2021 08:42 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H Dadang Kahmad
Dadang Kahmad (Foto: dok. Muhammadiyah)
Jakarta -

Arab Saudi mengeluarkan kebijakan terkait penggunaan pengeras suara masjid yang hanya diperbolehkan untuk azan dan iqomah saja. Muhammadiyah merasa pemerintah perlu mengadakan pembicaraan terkait regulasi penggunaan pengeras suara masjid.

"Pokoknya saya setuju kalau ada regulasi yang disepakati bersama tentang penggunaan speaker masjid, mau azan dan iqomah saja boleh, mau ditambah dengan umpamanya ya... kesepakatan semua lah," ujar Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad ketika dihubungi detikcom, Selasa (25/5/2021).

Menurutnya regulasi sangat diperlukan karena sudah mulai banyaknya masjid yang didirikan di Tanah Air. Dampak dari belum adanya regulasi tersebut, kata Dadang, sehingga penggunaan pengeras suara masjid tidak kenal waktu.

"Aturan kadang-kadang tengah malam atau menjelang subuh ada ngaji ada suara keras dan lain sebagainya," imbuh Dadang.

"Kalau malam itu kan perlu ada privasi, banyak orang yang punya orang-orang sakit kan perlu istirahat, ada bayi kecil yang perlu tidur banyak, itu perlu kita hargai hak-hak," lanjutnya.

Arab Saudi Batasi Penggunaan Pengeras Suara

Kementerian Urusan Islam Arab Saudi telah memberlakukan pembatasan penggunaan pengeras suara di masjid hanya diizinkan untuk azan dan iqomah saja. Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Abdul Latif Al Sheikh, Menteri Urusan Islam Saudi, ke semua masjid di seluruh Kerajaan Saudi.

Masjid juga diimbau untuk menurunkan volume pengeras suara ke tingkat sepertiga. Menteri Abdul Latif Al Sheikh memperingatkan bahwa sanksi akan dijatuhkan terhadap siapa pun yang melanggar surat edaran kementerian yang terbit pada hari Minggu (23/5) tersebut.

Simak juga 'Permintaan Maaf Warga Tangerang yang Protes soal Toa Masjid':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/knv)