Komisi V Minta Operator Ojol Buat Inovasi Lindungi Driver dari Begal

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 26 Mei 2021 06:47 WIB
Sekretaris Jenderal PPP Arwani Thomafi (Isal Mawardi/detikcom)
Foto: Arwani Thomafi (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta -

Seorang driver ojek online (ojol) dibegal di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Wakil Ketua Komisi V DPR Arwani Thomafi meminta operator ojek online (ojol) membuat inovasi untuk melindungi pengemudi atau driver dari begal.

"Fenomena begal yang menimpa pengemudi ojol harus dicermati serius oleh pihak operator ojol. Dibutuhkan inovasi dari pihak operator untuk membuat sistem protektif bagi pengemudi. Apakah inovasi berbasis teknologi atau termasuk pengaturan jam kerja. Poin pentingnya harus ada sistem yang melindungi pengemudi ojol," kata Arwani lewat pesan singkat kepada detikcom, Selasa (25/5/2021).

Arwani menyebut pengungkapan kasus begal terbantu berkat keberadaan CCTV di sejumlah titik. Hal ini, kata Arwani, belum cukup. Perlu adanya tindakan preventif agar kasus serupa tidak terulang.

"Perlu upaya bersama untuk merespons persoalan tersebut dengan duduk bersama antara Kemenhub, operator ojol, termasuk pihak kepolisian," tutur Arwani.

Polisi menangkap dua begal motor terhadap pengemudi ojek online di Tugu Tani, Jakarta, Selasa (25/5). Begini tampang mereka.Polisi menangkap dua begal motor terhadap pengemudi ojek online di Tugu Tani, Jakarta, Selasa (25/5). Begini tampang mereka. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)

Penjelasan Operator Ojol

Pihak GoJek pun memberikan tanggapan terkait perlindungan driver dari tindak kejahatan. SVP Corporate Affairs Gojek, Rubi W Purnomo, mengatakan pihaknya memiliki tim satgas terlatih yang secara rutin melakukan patrol serta fitur tombol darurat.

"Kami telah memiliki tim satgas yang terlatih dan secara regular melakukan patroli. Selain itu, pada aplikasi Gojek, telah tersedia berbagai fitur untuk menjaga keamanan penumpang dan mitra driver, salah satunya adalah fitur tombol darurat," terang Rubi.

Tombol ini, dapat digunakan oleh driver maupun pelanggan Gojek bila terjadi indikasi keadaan darurat. Tombol ini terhubung langsung ke server pusat Gojek.

"Tombol ini terkoneksi ke tim khusus Gojek yang siaga 24 jam. Tombol serupa juga tersedia di aplikasi konsumen," lanjutnya.

Meski begitu, Rubi mengatakan driver yang dibegal di Tugu Tani bukan merupakan mitra Gojek. "Dapat kami konfirmasikan bahwa korban yang disebutkan dalam berita tersebut bukan mitra driver Gojek. Namun demikian, Gojek sangat mengecam tindak kriminal yang meresahkan masyarakat tersebut," sambungnya.

detikcom sudah berusaha menghubungi penyedia jasa ojek online ternama lainnya, yakni Grab. Namun sampai berita ini terbit, pihak Grab belum merespons.

Berawal dari CCTV

Sebuah rekaman video CCTV yang memperlihatkan aksi begal terhadap korban beredar di media sosial. Polisi membenarkan soal rekaman CCTV tersebut terkait kejadian begal di Tugu Tani pada Jumat, 7 Mei 2021, dini hari.

Aksi begal terhadap driver ojol di kawasan Tugu Tani itu kemudian terungkap. Polisi menangkap pelaku pembegalan tersebut.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat korban berhenti di lampu merah. Situasi di lokasi terlihat sepi, tidak ada pengendara selain korban saat itu.

Tiba-tiba saja, datang dua orang pelaku berboncengan motor. Motor pelaku berhenti tepat di samping kanan korban. Salah satu pelaku langsung turun sambil menodongkan senjata tajam. Korban yang ketakutan pun terpaksa turun tanpa perlawanan hingga akhirnya kedua pelaku melarikan diri sambil membawa motor korban.

Simak video 'Detik-detik Ojol Dibegal di Tugu Tani Jakpus':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/rfs)