Ustaz di Riau Jelaskan Maksud Ceramah soal Corona yang Dilaporkan ke MUI

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 18:13 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Pekanbaru -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau telah menemui ustaz yang dilaporkan menyebut Corona atau COVID-19 tak ada. Ustaz yang belakangan diketahui bernama Hendrizal Hadi Wahab itu memberi penjelasan.

"Saya sudah mintakan klarifikasi tentang pernyataan itu. Saya sampaikan statement ustad ini sudah berkembang dan viral di berbagai media. Akibatnya orang gelisah," ucap Ketua MUI Riau Ilyas Husti kepada detikcom, Selasa (25/5/2021).

Ilyas mengatakan MUI bergerak karena menilai ceramahnya bisa membuat masyarakat resah. Ceramah itu disebut disampaikan Hendrizal saat mengisi khotbah Jumat di Masjid Al-Falah, Jalan Sumatera.

"Gelisahnya itu karena statement menilai Corona. Padahal kita sedang menyatukan kekuatan basmi Corona. Sementara ada khotbah seperti itu, saya tanya benar atau tidak?" kata Ilyas.

Dia mengatakan Hendrizal telah memberi klarifikasi kepada MUI Riau. Ilyas juga menyarankan Hendrizal memberi penjelasan kepada publik.

"Lalu saya bilang klarifikasi saja ke semua kalau tak ada, agar tidak berkembang lagi. Tapi dia bilang apa yang diucapkan ada di rekamannya, dia rekam," katanya.

Hendrizal sendiri disebutnya sebagai salah satu dosen di UIN Suska Riau. Ilyas meminta seluruh ustaz agar memberi khotbah yang menyejukkan.

Penjelasan Hendrizal

Hendrizal membenarkan bahwa dirinya mengisi khotbah di Masjid Al-Falah. Dia juga mengaku membahas virus yang disebutnya tak kasatmata atau dengan istilah 'hantu belau'.

"Memang ada saya bahas soal hantu belau (setan). Tetapi saya tidak bilang itu untuk Corona atau COVID-19, saya bilang semua virus, virus kan tidak kasatmata ya. Saya istilahkan itu hantu belau," kata Hendrizal.

Hendrizal mengaku istilah 'hantu belau' itu kerap dia ucapkan untuk mengumpamakan hal yang tidak kasatmata. Menurutnya, istilah itu dia dapatkan dari kampung halamannya di Kampar, Riau.

"Semua virus bagi saya, karena itu bakteri yang tak kasatmata itu kalau bahasa Ocu (Kampar) itu hantu belau. Sesuatu yang mengerikan tak nampak," katanya.

"Saya bilang juga (soal jaga jarak), tetapi itu sesuai ajaran Nabi. Ya sesuai ajaran Nabi. Makanya orang masuk masjid itu bersih," sambung Hendrizal.

Hendrizal menegaskan tidak ada maksud mengajak warga tidak percaya Corona atau melawan anjuran pemerintah soal protokol kesehatan untuk mencegah Corona lewat ceramahnya. Dia mengaku ada yang salah menilai isi khotbahnya.

"Seluruh yang tak terlihat bagi kami orang Ocu itu hantu belau namanya. Jadi yang saya tahu, yang tidak baik-baik itu hantu belau, setan bahasa Indonesia-nya, syaiton. Saya ngomong di masjid, bukan di tempat umum," katanya.

Hendrizal mengaku telah dipanggil Polda Riau. Dia diminta datang ke Polda Riau untuk memberikan klarifikasi.

"Iya, saya ini diminta ke Polda untuk beliau minta klarifikasi. Tadi juga ke WR I (wakil rektor UIN Suska) sudah," katanya.

Simak juga 'Respons Santai Gus Miftah Dituding Kafir Gegara Orasi di Gereja':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/haf)