Mahkamah Syariah Aceh Vonis Bebas Pemerkosa, Komnas Perempuan Dorong Kasasi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 17:35 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Foto ilustrasi palu hakim. (Ari Saputra/detikcom)

Mahkamah Syariah Vonis Bebas Terduga Pemerkosa

Sebelumnya, kasus dugaan pemerkosaan yang terjadi terhadap anak di bawah umur itu diduga dilakukan ayah kandung korban MA dan paman korban DP pada Agustus 2020. Keduanya diadili dalam berkas terpisah.

Dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut DP dengan hukuman 200 bulan penjara. Majelis hakim memvonis DP pada Selasa (30/3) sesuai tuntutan JPU.

"Menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya, sebagaimana dakwaan alternatif kedua," putus majelis hakim Mahkamah Syariah Jantho.


Terdakwa tidak terima atas putusan itu, lalu mengajukan banding ke MS Aceh. Apa kata majelis hakim MS Aceh?

"Membebaskan Terdakwa dari segala tuntutan hukum. Memerintahkan agar Terdakwa dikeluarkan dari tahanan seketika itu juga," putus hakim seperti dikutip detikcom, Minggu (23/5/2021).

Hakim MS Aceh menyatakan DP tidak terbukti bersalah memperkosa orang yang memiliki hubungan mahram dengannya dakwaan alternatif kedua, yang diatur dalam pasal 49 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Putusan itu diketuk majelis hakim, Kamis (20/5). Jaksa tak terima dengan putusan MS Aceh dan mengajukan kasasi.

Pembelaan Pengacara Terdakwa

Kuasa hukum DP, Tarmizi Yakub, menyebut kliennya adalah korban fitnah.

"Terdakwa ini korban fitnah seseorang. Anak ini (korban) memang korban pemerkosaan, tapi yang melakukan orang lain," kata Tarmizi kepada wartawan, Selasa (25/5/2021).


(rdp/idh)