Round-Up

Kala Jaksa Melawan saat Mahkamah Syariah Aceh Vonis Bebas Pemerkosa

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 23:48 WIB
Illustrator 10 with Transparencies. Tight vector background illustration of a stop sign with the graffiti word
Ilustrasi pemerkosaan (Foto: iStock)
Banda Aceh -

Mahkamah Syar'iyah (MS) Aceh memberi vonis bebas kepada pria yang didakwa memerkosa keponakan perempuannya. Jaksa yang tak terima dengan vonis pada tingkat banding itu mengajukan kasasi.

Kasus ini terjadi pada Agustus 2020. Saat itu, korban yang masih di bawah umum diduga diperkosa dua orang yang tak lain adalah ayah dan pamannya sendiri.

Korban diduga diperkosa ayahnya pada 2 dan 5 Agustus 2020. Ayah korban, MA, disebut mengancam akan memukuli korban jika menolak melayani nafsu bejatnya.

Korban juga disebut diperkosa pada Selasa (4/8) oleh pamannya, DP. Terdakwa disebut mengancam bakal membacok korban bila melawan dan diminta tak melapor ke orang tuanya. Kedua terduga pelaku kemudian ditangkap.

Divonis 200 Bulan Penjara

Setelah melalui sejumlah persidangan, jaksa menuntut DP dinyatakan bersalah dan divonis 200 bulan penjara. Hakim MS Jantho yang setingkat pengadilan negeri menyatakan DP bersalah dan menjatuhkan vonis 200 bulan penjara.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya, sebagaimana dakwaan alternatif kedua," putus majelis hakim MS Jantho pada Rabu (30/3/2021).

Banding dan Dinyatakan Bebas

DP tak terima dengan vonis tersebut da mengajukan banding. Apa kata majelis hakim Ms Aceh?

"Membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum. Memerintahkan agar terdakwa untuk dikeluarkan dari tahanan seketika itu juga," putus hakim seperti dikutip detikcom, Minggu (23/5/2021).

Persidangan di tingkat banding ini dipimpin majelis hakim yang diketuai Misharuddin dengan hakim anggota masing-masing M Yusar dan Khairil Jamal. Dalam persidangan, majelis hakim menyatakan menerima banding yang diajukan DP dan membatalkan putusan Mahkamah Syar'iyah Jantho nomor 22/JN/2020/MS.jth.

Hakim MS Aceh menyatakan DP tidak terbukti bersalah memerkosa orang yang memiliki hubungan mahram dengannya dakwaan alternatif kedua, yang diatur dalam pasal 49 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Hakim juga memutuskan memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat martabatnya. Putusan itu diketuk majelis hakim, Kamis (20/5).