Viral Lolos Penyekatan, Grup Moge NTB Akan Minta Maaf ke Gubernur-Kapolda

Faruk - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 13:44 WIB
Viral sejumlah moge menerobos penyekatan di Lombok untuk menuju lokasi wisata (Facebook Dhony Anshory)
Viral sejumlah moge menerobos penyekatan di Lombok untuk menuju lokasi wisata. (Facebook Dhony Anshory)
Lombok -

Video segerombolan motor gede (moge) yang disebut berkonvoi tanpa penyekatan di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial (medsos). Komunitas moge NTB pun memberi klarifikasi atas kejadian tersebut.

Menurut Ketua Deputy Harley-Davidson Road Glide Owners Group (RGOG) NTB, Jojo Setiono, mereka tidak sedang melakukan konvoi seperti yang disebutkan di media sosial. Dia mengatakan RGOG NTB sedang melakukan survei jalur untuk kegiatan yang akan digelar pada Agustus 2021.

Dalam melakukan survei sekaligus uji coba jalur itu, Yohanes mengaku telah memiliki izin dari pihak terkait sehingga bisa lolos ke dalam kawasan Mandalika. Jalur yang disurvei merupakan jalur yang akan dilewati oleh ratusan motor gede dari berbagai daerah dari Indonesia.

"Kami adalah hak izin ke Mandalika, kami melakukan survei spot untuk kegiatan parade merah putih bulan Agustus nanti. Kenapa diadakan perjalanan Harley, ini adalah tes ride, uji coba jalur. Kami semua memakai kaus yang bertuliskan tes ride kok saat itu," ungkap Jojo Setiono pada detikcom, Selasa (25/5/2021).

Setiono juga mengaku bukan dengan sengaja pihaknya mengambil jalur selatan sebagai jalan agar mereka bisa masuk kawasan Mandalika. Menurutnya, di jalur tersebut memang tidak ada petugas yang melakukan penyekatan karena bukan jalur untuk masuk kawasan wisata.

"Namun karena di jalur tersebut terdapat spot-spot yang menarik sehingga kita lalui. Dalam kegiatan parade merah putih nanti memang ada dua objek yang mau kita tonjolkan pertama Mandalika sebagai objek utama karena lagi viral di dunia dan kedua adalah Sembalun," ujarnya.

Setiono membantah jika rombongannya dikatakan masuk kawasan Mandalika dengan menghindari penyekatan dari petugas yang berjaga. Karena sesuai izin yang dimiliki, ada petugas patroli pengawal (patwal) yang mengawal rombongan mereka dari depan.

Dalam video viral yang beredar, tampak satu motor polisi yang terlihat ikut dalam rombongan moge tersebut. Pemotor yang diduga patwal tersebut terlihat menyalakan strobo atau lampu yang berkedap-kedip secara cepat. Setiono menyebut patwal tersebut berasal dari pihak patroli jalan raya (PJR) dari kepolisian.

"Kita tidak sok-sokan seperti pandangan masyarakat, kita libatkan Patwal kok. Posisi jalur selatan, penyekatannya di mana, tidak ada penyekatan karena bukan jalur yang masuk ke wisata yang dijaga. Tidak ada kegiatan konvoi dengan sengaja," tegasnya.

Setiono mengaku kegiatan parade merah putih yang bertujuan mempromosikan wisata dan UMKM NTB itu terancam gagal dilaksanakan di NTB setelah video tersebut viral. Dia mengatakan pihaknya juga akan meminta maaf dan mengklarifikasi kepada Gubernur dan Kapolda NTB.

"Karena nama kita sudah viral, kemarin dari Bali meminta kegiatan ini diadakan di Bali. Tapi ini jangan sampai terjadi karena kita sedang berusaha untuk mengklarifikasi," tuturnya.

"Nanti kami akan sowan ke Kapolda dan gubernur NTB, kami akan minta maaf dan kami akan jelaskan maksud dan tujuan dari kegiatan kami itu," sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, video sejumlah anggota moge yang berkonvoi di salah satu kawasan wisata Lombok, NTB, viral di medsos. Para anggota moge itu disebut lolos dari penyekatan petugas kepolisian.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho menjelaskan peristiwa tersebut. Dia mengatakan rombongan 10 moge itu sebelumnya telah diminta putar balik oleh petugas di antara pos penyekatan Lombok Barat dan Lombok Tengah.

Rombongan moge itu lalu lewat di jalur Selong Balanak Lombok Tengah sehingga lolos dari penyekatan.

"Kami minta mereka putar balik, jadi mereka putar balik di Labulia, perbatasan Lombok Barat dan Lombok Tengah, mereka tidak lewat jalur tengah atau jalan bypass Bandara atau tidak lewat pos sekat. Mereka disetop anggota di pos sekat Labulia akhir, ya mereka lewat Sekotong," ungkap Esty saat dihubungi detikcom Senin (24/5).

Esty menegaskan polisi tidak akan melakukan pilih kasih dalam menerapkan aturan di masa pandemi, terutama soal penyekatan di wilayah Lombok.

Tonton juga Video: Satgas soal Gubernur NTB Izinkan Mudik: Harus Satu Narasi!

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)