ADVERTISEMENT

Spotlight

Membedah Aktivitas Ganjar, Anies, dan RK di Media Sosial

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 12:57 WIB
Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil di Balai Kota DKI (Dok. Detikcom)
Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Ridwan Kamil di Balai Kota DKI (Dok. detikcom)

Ganjar Disindir Puan

Sebelumnya, serangan ke Ganjar diawali dengan tak diundangnya Gubernur Jawa Tengah itu dalam acara pengarahan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani yang dilakukan di Kantor DPD PDIP Jateng, Panti Marhaenis, Jalan Brigjen Sudiarto, Kota Semarang, Sabtu (22/5).

Tak hanya tak diundang, dalam pengarahan itu pun Puan melontarkan sindiran yang diduga diarahkan ke Ganjar. Sindiran itu disampaikan saat Puan menyebut kriteria pemimpin di 2024 bukan hanya yang muncul di media sosial, tapi justru di lapangan. Seperti diketahui, Ganjar memang aktif dalam media sosial.

"Pemimpin menurut saya, itu adalah pemimpin yang memang ada di lapangan dan bukan di socmed," kata Puan usai membuka Pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya di kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Panti Marhen, Semarang, Sabtu (22/5/2021).

"Pemimpin yang dilihat sama teman-temannya, sama orang-orangnya yang mendukungnya ada di lapangan," sambungnya.

Ganjar Dituding Siapkan Pasukan di Medsos

Sementara itu, Bambang Wuryanto, yang juga menjabat Ketua DPD PDIP Jateng, mengungkap adanya isu Ganjar telah membangun pasukan di media sosial. Pasukan itu, kata dia, ditugasi menggaungkan pencapresan Ganjar di Pilpres 2024 dan meningkatkan elektabilitasnya.

"Di dalam persepsi kita semua, Ganjar racing jadi presiden. Dia orang PDIP yang racing jadi calon presiden dengan membangun pasukannya di medsos. Kemudian dari pasukan itu kemudian nanti akan keluar elektabilitas. Dia berharap kalau elektabilitasnya tinggi, dia nanti akan mendapat rekom menjadi capres. Itu konstruksi dasarnya kan begitu," kata Bambang, Minggu (23/5).

Ia juga sempat menegaskan Ganjar tidak diundang ke acara yang berisi pengarahan Ketua DPP Puan Maharani di Semarang, Sabtu (22/5) lalu. Ganjar dianggap sudah keterlaluan.

"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, aja keminter (kalau kamu pintar, jangan bersikap sok pintar)," tegas Bambang usai acara, Sabtu (23/5) malam.

Menanggapi tudingan tersebut, Ganjar mengaku bukan baru-baru saja bermedia sosial.

"Saya kan bermedsos sudah cukup lama sejak (masih menjabat) DPR," jawab Ganjar singkat sembari masuk ke ruang transit Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (24/5/2021).


(rdp/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT