KSP: Pengusutan Data Bocor Prioritas, Perbaiki Sistem IT BPJS Kesehatan!

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 16:54 WIB
Ade Irfan Pulungan
Foto: Ade Irfan Pulungan (Ari Saputra/detikcom)

Terakhir, dia meminta agar penanganan kasus 279 juta data WNI bocor ini dilakukan tanpa pandang bulu. Pelakunya pun harus diganjar hukuman berat agar memberikan efek jera.

"Telusuri semua pihak yang berpotensi ikut membocorkan data dan menyalahgunakannya untuk kepentingan kejahatan. Berikan hukuman yang berat kepada pelakunya, agar tidak ada lagi kejadian adanya kebocoran data," pungkas Irfan.

Seperti diketahui, kasus 279 data WNI bocor sedang ditangani oleh Bareskrim Polri. Sebanyak 279 data WNI dijual secara online di forum hacker Raid Forums.

Informasi pribadi dalam data bocor itu meliputi NIK (nomor induk kependudukan), nama, alamat, nomor telepon, bahkan kabarnya juga jumlah gaji. Disertakan pula sejuta sampel data untuk pengecekan.

Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) turut digandeng Bareskrim dalam menangani kasus ini. BPJS Kesehatan mengaku juga sudah mengklarifikasi ke Bareskrim perihal 279 juta data bocor yang diduga kuat identik dengan data mereka.


(zak/fjp)