Peningkatan Kasus Corona Pasca-Lebaran Diprediksi hingga Pertengahan Juni

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 15:59 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Wamenkes Dante Saksono Harbuwono memimpin rapat koordinasi pimpinan di Kemenkes RI.
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono (Sehat Negeriku)
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Indonesia diprediksi akan terus meningkat pasca-Lebaran 2021. Peningkatan tersebut diperkirakan akan terjadi hingga pertengahan Juni mendatang.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mulanya ada dua faktor yang menyebabkan meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia, terutama pasca-Lebaran 2021. Pertama, faktor eksogen yang berkaitan dengan mobilisasi penduduk.

"Eksogen faktor berkaitan dengan mobilisasi penduduk yang ada. Mobilisasi penduduk ini diperkirakan akan mencapai peningkatannya pada minggu-minggu ini," kata Dante dalam jumpa pers virtual, Senin (24/5/2021).

Dante mengungkapkan, imbas mobilisasi penduduk saat Lebaran lalu, kasus COVID-19 di Indonesia meningkat dalam beberapa hari terakhir. Dia pun memprediksi peningkatan ini akan terjadi hingga bulan depan.

"Kita bisa melihat pada 4 hari terakhir, kasus peningkatan kasus baru itu mencapai di atas 5.000. Ini menunjukkan bahwa mobilisasi yang terjadi pasca-Lebaran dan Ramadhan itu sudah mulai terlihat minggu ini. Jadi kalkulasi prediksi yang kita lakukan mungkin akan mencapai peningkatan sampai pertengahan Juni yang akan datang," ungkapnya.

Faktor kedua, yakni faktor endogen. Dante menjelaskan, faktor endogen ini berkaitan dengan mutasi baru virus Corona yang sudah menyebar di Indonesia.

"Kemudian dari faktor endogen kami sudah melakukan identifikasi beberapa mutasi baru yang kita kenal sebagai varian of concern. Varian of concern ini adalah varian of concern mutasi yang berasal dari India mutasi of concern dari Afrika dan mutasi of concern dari Inggris," papar Dante.

"Secara keseluruhan kami sudah mendapatkan 54 kasus. 54 kasus ini menyebar, 35 di antaranya adalah varian yang berasal dari migran dari luar Indonesia dan 19 kasus berasal dari variasi yang berasal dari Indonesia," lanjutnya.

Kedua faktor di ataslah yang menurut Dante menyebabkan meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia. Karena itu, dia pun meminta agar protokol kesehatan tetap dijaga agar penyebaran virus Corona bisa ditekan.

"Kombinasi antara faktor eksternal berupa mobilisasi dan faktor endogen berupa mutasi dari virus ini menyebabkan ini meningkat beberapa saat ke depan. Kita mesti tetap harus menjaga protokol kesehatan berkenaan dengan hal tersebut, kita harus menjaga supaya stabilitas dan ekonomi tetap berjalan dengan baik. Maka dengan itu kita melakukan beberapa keseimbangan antara protokol kesehatan dengan kebijakan-kebijakan ekonomi," pungkas Dante.

(mae/imk)