Lestari Moerdijat: Tata Kelola Pengendalian COVID-19 Harus Diawasi

Khoirul Anam - detikNews
Minggu, 23 Mei 2021 17:27 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta -

Penyalahgunaan wewenang dari para pelaksana pengendalian COVID-19 berpotensi meningkatkan kembali penyebaran virus. Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengaku prihatin dengan munculnya kasus-kasus penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

"Tata kelola pengendalian COVID-19 harus diawasi secara ketat mulai aspek testing, tracing, treatments, distribusi vaksin, pendataan hingga pemilihan para petugas pelaksananya," kata Lestari dalam keterangannya, Minggu (23/5/2021).

Soal kasus penggunaan alat testing COVID-19 bekas dan vaksin ilegal yang diperdagangkan, Lestari menegaskan, merupakan kasus yang seharusnya bisa diantisipasi. Menurut Lestari, penggunaan alat test COVID-19 daur ulang menambah jumlah orang yang ragu terhadap adanya COVID-19.

Dampak serupa, tambah anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, juga tercipta dari terkuaknya jual beli vaksin ilegal, yang memberi kesan para pemangku kepentingan kurang serius dalam penanganan pengendalian COVID-19. Dia mengungkapkan, para pemangku kepentingan harus benar-benar taat terhadap regulasi yang ditetapkan dalam tata kelola pengendalian COVID-19, termasuk dalam hal testing dan tahapan vaksinasi nasional.

Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa penyimpangan yang terjadi dalam pengendalian COVID-19 bukan hanya menghambat, tetapi berpotensi meningkatkan kembali penyebaran virus. Menurutnya, dari 181,55 juta target vaksinasi per Sabtu (22/5/2021), jumlah orang yang mendapat vaksin COVID-19 lengkap baru 9,82 juta orang atau baru 5,40 persen dari target.

Politisi yang akrab disapa Rerie ini berharap, dengan pencapaian sejumlah target yang terbilang rendah, upaya pengawasan, disiplin, dan pelaksanaan pengendalian COVID-19 harus terus ditingkatkan. Hal itu untuk mencegah potensi ancaman baru, sehingga pencapaian sejumlah target dalam pengendalian sesuai dengan rencana.

(ega/ega)