KSP Tegaskan RI Dukung Palestina Ada atau Tidak Surat Hamas ke Jokowi

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Sabtu, 22 Mei 2021 15:41 WIB
Kawasan Monas
Istana Negara (Rachman/detikcom)
Jakarta -

Kantor Staf Presiden (KSP) berbicara tentang surat dari pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). KSP menyebut surat itu adalah surat terbuka.

"Sepertinya itu surat terbuka ya karena saya cek tidak ada surat masuk ke KSP," kata Tenaga Ahli Utama KSP, Siti Ruhaini Dzuhayatin, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (22/5/2021).

Siti mengatakan Indonesia selalu mendukung Palestina ada atau tidak ada surat tersebut. Dia mengatakan Indonesia akan terus mengawal dan berkomunikasi ke berbagai pihak untuk mengupayakan kemerdekaan Palestina.

"Tetapi ada atau tidaknya surat Hamas, Indonesia selalu bersama Palestina. Palestina selalu ada di jantung diplomasi Indonesia. Indonesia yang terus mengawal agar Palestina tetap menjadi isu internasional dan tidak tenggelam dengan isu lain," ujar Siti.

"Pendekatan Indonesia terhadap isu Palestina adalah pendekatan politik konstitusional pada masalah kemerdekaan Palestina, bukan isu agama, meski hak kebebasan beribadah di Masjid Aqsa menjadi perhatian juga," sambungnya.

Siti mengatakan pemerintah Indonesia mencari solusi permanen terkait isu Palestina. Dia mencontohkan dengan keikutsertaan Menlu RI Retno Marsudi dalam pertemuan di PBB.

"Indonesia terus melakukan komunikasi dengan komunitas internasional negara-negara yang berpengaruh dengan isu Palestina untuk mencari solusi yang lebih permanen, seperti yang disampaikan Ibu Menlu dalam pertemuan mendesak di GA UN," ucapnya.

Sebelumnya, pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, berkirim surat ke Presiden Jokowi. Haniyeh meminta Jokowi memobilisasi dukungan negara Islam dan internasional terhadap Palestina.

Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (20/5), surat itu disampaikan ke Jokowi pada Selasa (18/5) lalu. Dalam suratnya, kelompok militan Palestina itu menuliskan perihal agresi Israel ke Palestina yang terus meningkat.

"Kami meminta Anda untuk segera bertindak dan memobilisasi dukungan Arab, Islam, dan internasional, dan untuk mengambil sikap yang jelas dan tegas untuk mewajibkan pendudukan Israel segera menghentikan agresi dan terornya di Jalur Gaza," kata Haniyeh dalam suratnya.

Haniyeh juga meminta Jokowi untuk menyerukan diakhirinya kekerasan di Yerusalem dan penduduknya. Termasuk soal pengusiran paksa dan diskriminasi rasial terhadap warga Palestina.

"Termasuk skema Yudaisasi, permukiman, pengusiran paksa dan diskriminasi rasial, dan mencabut semua keputusan yang menargetkan pintu gerbang dan lingkungannya, terutama lingkungan Sheikh Jarrah," lanjutnya.

Haniyeh juga meminta Jokowi memobilisasi dukungan internasional untuk mendesak Israel agar 'menjauhkan tangannya' dari Masjid Al-Aqsa, dan untuk menghentikan kekerasan terhadap jemaah dan mengizinkan mereka untuk menjalankan ibadah dengan bebas.

Simak juga 'PA 212-GNPF Ulama Apresiasi Pemerintah Jokowi Bela Palestina':

[Gambas:Video 20detik]



(run/haf)