Detail Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Palestina Dinilai Belum Jelas!

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Sabtu, 22 Mei 2021 07:15 WIB
Palestina rayakan gencatan senjata, Israel dan Hamas saling klaim kemenangan
Warga Palestina turun ke jalan rayakan gencatan senjata (Foto: BBC World)
Jakarta -

Israel dan Palestina mengumumkan telah melakukan gencatan senjata. Pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menilai detail dari kesepakatan gencatan senjata itu belum sepenuhnya tersampaikan kepada dunia.

"Ini gencatan senjatanya baru di dua pihak itu, tapi detailnya nggak ada, ini yang harus dunia perhatikan. Karena biasanya Israel itu suka menyimpang dari kesepakatan yang dia buat," ujar Teuku kepada wartawan, Jumat (21/2/2021).

Teuku mengatakan dalam gencatan senjata itu harusnya disampaikan sejumlah kesepakatan. Misalnya, tidak melakukan pengeboman hingga tidak melakukan sabotase infrastruktur publik.

"Harus ada detail (kesepakatan) bukan hanya kita melakukan gencatan senjata, misalnya tidak akan melakukan aksi pemboman, kemudian tidak akan melakukan sabotase atas fasilitas infrastruktur, air, listrik. Kemudian bagaimana dengan pejuang-pejuang yang tertangkap dan bagaimana nasib masyarakat Palestina yang terbunuh. Itu kan harus diselesaikan," ucapnya.

Gencatan Senjata Terjadi Akibat Desakan Sejumlah Negara

Lebih lanjut, Teuku menjelaskan gencatan senjata itu terjadi karena Israel mendapat kecaman dari sejumlah negara. Selain itu, ada juga kekhawatiran dari Amerika Serikat sebagai pihak pembela Israel semakin tersudut apabila gencatan senjata tidak dilakukan.

"Saya pikir banyak negara yang mendesak agar segera diselesaikan konflik itu, misalnya Indonesia mendesak lewat OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) dan GNB (Gerakan Non-Blok), kemudian Indonesia juga berbicara di forum PBB soal itu, kemudian di negara di Timur Tengah juga berbuat yang sama, kemudian kalau sudah seperti ini kan aktor-aktor yang terlibat sadar konflik ini akan berdampak regional, misalnya Amerika Serikat juga tersudut karena dia mendukung kemudian patut diduga kalau dibawa masalahnya ke Dewan Kehormatan PBB akan lebih ribet lagi, karena Amerika akan mati-matian bela Israel tapi akan tercipta koalisi antara China dan Rusia untuk melawan," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan video 'Polisi Israel-Warga Palestina Kembali Bentrok di Al-Aqsa':

[Gambas:Video 20detik]