Ada Peran Mesir di Gencatan Senjata Israel-Hamas, Bagaimana dengan Erdogan?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 14:30 WIB
Palestinians wave green Hamas flags while celebrating the cease-fire agreement between Israel and Hamas in Gaza City, early Friday, May 21, 2021. (AP Photo/Adel Hana)
waga Gaza menyambut gencatan senjata Hamas dan Israel (Foto: AP Photo/Adel Hana)
Jakarta -

Gencatan senjata antara Hamas dan Israel bisa terwujud berkat mediasi yang dilakukan Mesir. Mesir diketahui berperan penting sebagai mediator dalam perundingan gencatan senjata, yang disebut sumber-sumber diplomatik sebagai 'gencatan senjata simultan dan timbal balik' itu.

Laporan Associated Press menyebut bahwa Mesir menjadi mediator dalam perundingan gencatan senjata antara Hamas dan Israel karena negara ini menjadi salah satu dari sedikit negara, yang menjalin hubungan resmi dengan kedua pihak.

Di tengah peran Mesir dalam tercapainya gencatan senjata tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menjadi sorotan. Sebelum gencatan senjata Hamas dan Israel, presiden Turki itu diberitakan telah meningkatkan upaya diplomatik untuk mengakhiri serangan Israel di Gaza yang telah menewaskan sedikitnya 232 warga Palestina.

Seperti diberitakan Anadolu Agency beberapa hari lalu, Erdogan telah mengadakan pembicaraan telepon dengan para pemimpin hampir 20 negara, termasuk Palestina, Rusia, Pakistan, Kuwait dan Aljazair.

Dia mendesak para pemimpin untuk mengambil sikap bersatu melawan serangan Israel terhadap warga Palestina di Gaza, Masjid Al-Aqsa, dan Yerusalem.

Yang pertama dihubungi Erdogan adalah Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan kemudian kepala politik Hamas, Ismael Haniyeh.

Dalam kontak yang dibuat sejak 8 Mei, Erdogan telah membahas masalah tersebut dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dan Raja Yordania Abdullah II.

Simak video 'Israel-Palestina Gencatan Senjata, PBB Sebut Ada Upaya Mesir dan Qatar':

[Gambas:Video 20detik]