Bamsoet Sambut Baik Gencatan Senjata Palestina-Israel

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 18:26 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyambut baik pemberlakuan gencatan senjata yang dilakukan antara Hamas (Palestina) dengan Israel. Gencatan senjata tersebut mengakhiri 11 hari pertempuran antara kedua pihak.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza sedikitnya 219 warga Palestina tewas, termasuk 63 anak-anak dan 36 perempuan, serta 1.530 orang luka-luka. Sementara korban tewas di pihak Israel mencapai 12 orang termasuk seorang anak dan tentara, serta sedikitnya 300 orang terluka.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mencatat, setelah 11 hari berperang, hampir 450 bangunan di Gaza hancur atau rusak berat, termasuk 6 rumah sakit dan 9 pusat layanan kesehatan utama. Selain itu, lebih dari 52.000 warga di Gaza mengungsi dari rumahnya.

Dalam acara pelantikan Penggantian Anggota Antar Waktu MPR RI, di komplek Majelis, Jakarta, Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan sikap Indonesia menentang agresi Israel terhadap Palestina bukanlah dalam rangka mencampuri urusan negara lain.

Melainkan dalam rangka ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, sebagaimana ditegaskan dalam pembukaan konstitusi Indonesia.

Bamsoet mengutip alinea pertama konstitusi yang secara tegas menyatakan sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

"Sebagaimana juga dikemukakan Presiden Soekarno sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel," jelas Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (21/5/2021).

Bahkan, pada Selasa (18/5) Bamsoet bersama Ketua Parlemen Turki Mustafa Sentop berkomunikasi melalui sambungan telepon membahas soal perlunya Indonesia, Turki, Mesir, Qatar, dan negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) lainnya mendesak PBB secara aktif menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

"Mengingat Sidang Dewan Keamanan PBB yang dilakukan pada Minggu (16/5), gagal mengambil tindakan tegas terhadap Israel. Karenanya dalam Sidang Pleno ke-67, Majelis Umum PBB yang mulai berlangsung di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, pada Kamis (20/5/) malam waktu setempat, harus ada arah yang jelas dalam tercapainya perdamaian Palestina-Israel berdasarkan two state solution," ujar Bamsoet.

Di sisi lain, Bamsoet menuturkan selain isu internasional seperti kondisi Israel - Palestina, ia mengingatkan pemerintah pusat melalui Satgas COVID-19 dan Kementerian Kesehatan, serta para pemerintah daerah di berbagai wilayah, untuk bersiap melakukan antisipasi dalam menghadapi potensi lonjakan kasus COVID-19 pascaperiode larangan mudik.

Adapun antisipasi tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan pemeriksaan spesimen, serta menggencarkan upaya tracing, agar persebaran virus COVID-19 dapat ditanggulangi.

Hal ini mengingat masih ada warga bandel yang tidak mentaati aturan larangan mudik, walau pemerintah secara resmi telah melarangnya. Bahkan, ia memaparkan hasil Operasi Ketupat Polri 2021 mencatat jumlah pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor mencapai 1.283.123 unit. Sebanyak 397.892 unit diantaranya harus diputar balik karena akan melakukan mudik.

"Dengan rincian untuk kendaraan roda dua sebanyak 234.324 unit, kendaraan roda empat sebanyak 142.426 unit, kendaraan penumpang roda empat sebanyak 12.914 unit, dan kendaraan roda empat kendaraan barang 8.228 unit," terang Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga menekankan perlunya keseriusan seluruh pemangku kepentingan, agar bersama-sama disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pemerintah juga harus bijak dalam membuat keputusan terkait penanggulangan COVID-19, sehingga kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dapat diiringi dengan kebijakan yang mendukung.

Seperti pembatasan berkumpulnya massa di ruang publik, termasuk kedatangan warga negara asing yang secara bergelombang terus berdatangan di tanah air, yang berpotensi menjadi carrier virus COVID-19 dari luar negeri.

"Pengawasan dan pengetatan prosedur, bahkan jika perlu penutupan sementara akses masuk bagi pendatang warga negara asing ini penting. Mengingat situasi global saat ini, di mana kasus penyebaran virus COVID-19 di sejumlah negara kian meninggi, banyaknya negara yang telah memasuki pandemi gelombang kedua dan ketiga, serta banyaknya varian mutasi virus Corona yang harus dicegah penyebarannya," tandas Bamsoet.

Sebagai informasi turut hadir dalam acara pelantikan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah. Adapun anggota MPR RI yang dilantik antara lain Ali Mufthi dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Jawa Timur VII, serta Itet Tridjajati Sumarijanto dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Lampung II.

(fhs/ega)