Komisi V DPR RI: Larangan Mudik Tak Maksimal Cegah Penularan Corona

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 15:40 WIB
Penyekatan arus balik Lebaran dilakukan di Jalan Kalimalang Raya, Bekasi Timur, Minggu (16/5). Pemudik yang akan memasuki wilayah Jabotabek dites rapid antigen.
Penyekatan pemudik (Rengga Sencaya/detikcom)
Jakarta -

Komisi V DPR RI menilai kebijakan penyekatan dalam rangka larangan mudik untuk mencegah itu warga mudik saat Lebaran kemarin belum maksimal. Hal ini menyusul masih adanya warga yang memaksa mudik bahkan hingga menerobos pos penyekatan.

"Ini bisa jadi pelajaran berharga, kalo pijakannya mungkin dipikirkan secara matang dan baik seharusnya larangan mudik itu tidak perlu terjadi, apalagi situasi seperti kemarin," kata Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, kepada wartawan, Jumat (21/5/2021).

Lasarus menyayangkan penyekatan itu hanya terjadi pada kurun waktu tertentu. Dia lantas menilai penyekatan kemarin tidak efektif.

"Harusnya keputusan jauh-jauh hari diambil, dari tanggal 6-17 nggak boleh mudik, ini kan parsial sekali, berarti di luar itu boleh mudik kan pertanyaannya. Apakah upaya ini maksimal dalam konteks mencegah penyebaran COVID. Kalau kita bilang maksimal, tidak. Karena orang udah pulang duluan," ujarnya.

Politisi PDIP ini mengatakan jika ada larangan mudik, seharusnya pemerintah mengantisipasi dari jauh hari. Dia menilai koordinasi pemerintah dan stakeholder terkait belum maksimal dalam pengendalian COVID-19.

"Kita kan sudah bisa menghitung bahwa COVID ini posisinya melandai, atau menurun, atau menanjak itu kan harusnya bisa diprediksi, satgas ini kerja kan sudah cukup lama. Saya rasa koordinasi antar stakeholders pemerintah, terutama penanganan COVID ini masih belum maksimal. Karena buntut keputusan itu ka dari sana, apakan boleh mudik atau tidak," ujarnya.

"Kami tentu menghargai kerja keras teman-teman di lapangan, baik dari perhubungan dari lantas, pempus, pemprov, yang sudah kerja siang-malam, kemudian berhadapan masyarakat nekat mudik, ketemu di lapangan sama-sama sudah letih akhirnya terjadi momen kemarin penerobosan," lanjut Lasarus.

Lasarus meminta kebijakan ini dapat dijadikan pelajaran ke depan bagi pemerintah. Dia mengatakan edukasi dan sosialisasi perlu ditingkatkan lagi.

"Saya rasa menjadi pelajaran berharga baik pempus dan daerah, pertanyaannya kenapa kok tidak patuh, kedua kenapa masyarakat tidak takut dengan berkumpul kemudian dengan melakukan mudik bareng dalam jumlah yang banyak itu kan untuk tertib menjaga jarak, itu sulit," tuturnya.

"Edukasi yang perlu ditingkatkan lagi oleh pemerintah bagaimana menyadarkan masyarakat, padahal sebagian yang maksa mudik, sebagian yang kita lihat di lapangan orang-orang terdidik semua yang harusnya mengerti bahwa ini nyata," imbuh Lasarus.

Simak juga 'Doni Monardo Wanti-wanti Soal Potensi Gelombang Kedua Mudik':

[Gambas:Video 20detik]

(eva/aud)