2 Oknum Polisi Jual Senpi ke KKB Papua Dituntut 10 Tahun Bui

Antara - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 14:16 WIB
Polisi saat merilis enam pelaku terlibat kasus penjualan senjata api laras panjang dan ratusan peluru ke Papua. (ANTARA/Daniel Leonard)
Polisi saat merilis enam pelaku terlibat kasus penjualan senjata api laras panjang dan ratusan peluru ke Papua. (ANTARA/Daniel Leonard)
Jakarta -

San Herman Palijama (34) dan Muhammad Romi Arwanpitu (38), dua oknum polisi yang bertugas di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, dituntut 10 tahun penjara terkait kasus penjualan senjata dan amunisi ke teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Keduanya dijerat pasal berlapis.

"Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12/1951 tentang mengubah Ordonnantie Tijdelikke Bijzondere Strafbepalingen (STBL 1948 No 17) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," kata JPU Kejaksaan Negeri Ambon, Eko Nugroho, seperti dilansir Antara, Jumat (21/5/2021).

Tuntutan jaksa disampaikan dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon Pasti Tarigan dan didampingi dua hakim anggota.

Dalam persidangan itu, jaksa juga menuntut empat terdakwa lainnya yang merupakan warga sipil dan terlibat dalam kasus penjualan senpi dan amunisi itu secara bervariasi.

Terdakwa Sahrul Nurdin (39) dituntut 12 tahun penjara, sementara Ridwan Mohsen Tahalua (44), Handri Morsalim (43) ,dan Andi Tanan (50) dituntut 8 tahun penjara.

Enam terdakwa ini dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama menerima, menyerahkan, membawa, menguasai, menyimpan, menyembunyikan, mempergunakan senjata api dan amunisi tanpa hak sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12/ 1951.

Adapun hal yang memberatkan para terdakwa dituntut penjara adalah perbuatan mereka meresahkan masyarakat, dan senjata-senjata dan amunisi tersebut digunakan untuk merongrong negara.

Kemudian terdakwa Sahrul Nurdin pernah dihukum dan menjadi pelaku utama dari peredaran senjata api itu.

Selanjutnya San Herman Palijama, oknum polisi, pernah menjual senjata laras panjang sebanyak dua kali ke Papua, sedangkan Muhammad Romi Arwanpitu, yang juga polisi, pernah dihukum dalam kasus narkotika.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.