RI Serukan 3 Langkah Redam Konflik Palestina-Israel di Sidang PBB

Indra Komara - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 09:38 WIB
Menlu Retno Marsudi
Menlu Retno Marsudi (Foto: dok. Kemlu)
Jakarta -

Indonesia menyerukan tiga langkah dalam upaya meredam konflik Palestina-Israel. Indonesia tak ingin aksi militer dan kekerasan terus memakan korban.

"Dalam pernyataan di Sidang Majelis Umum PBB, saya menyerukan kepada Majelis Umum PBB untuk mengambil tiga langkah. Pertama, Majelis Umum PBB dapat menghentikan kekerasan dan aksi militer untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam jumpa pers virtualnya, Jumat (21/5/2021).

Indonesia juga meminta PBB menuntut langgengnya gencatan senjata. Hal tersebut diupayakan untuk meredakan situasi konflik.

"Indonesia mengusulkan agar Majelis Umum PBB dapat membentuk sebuah tim internasional (international presence) di Al-Quds atau Yerusalem... untuk mengawasi dan memastikan keselamatan rakyat di wilayah pendudukan, dan untuk melindungi status kompleks Al-Haram Al-Sharif, tempat suci untuk tiga agama," ucap Retno.

Kedua, Indonesia meminta PBB memastikan akses kemanusiaan dan pelindungan rakyat sipil. Retno mengatakan, RI menyerukan agar Israel membuka dan memberikan akses pengiriman bantuan kemanusiaan, termasuk ke Gaza, yang sudah diblokade lebih dari 13 tahun.

"Ketiga, Majelis Umum PBB harus mendorong dimulainya kembali negosiasi multilateral yang kredibel," kata Retno.

Retno menilai Majelis Umum PBB memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan negosiasi perdamaian bisa segera dilakukan.

"Pengusiran warga Palestina terus berlanjut dari wilayah Yerusalem, maka isu Yerusalem yang harusnya dirundingkan menjadi tidak bisa dilakukan karena de facto telah dikuasai oleh Israel. Semua tindakan Israel yang bertentangan dengan hukum internasional dan semua ketidakadilan harus dihentikan. Kita harus terus memberikan dukungan bagi keadilan dan kemerdekaan Palestina," ujar Retno.

Dalam sidang PBB itu, 10 menteri luar negeri yang hadir antara lain dari Palestina, Turki, Pakistan, Arab Saudi, Qatar, Yordania, Kuwait, Maladewa, Aljeria, Tunisia). Menlu Retno turut berpartisipasi dalam sesi debat Majelis Umum PBB. Ada 103 negara dan organisasi internasional yang menyampaikan dan akan menyampaikan pandangan dalam forum PBB tersebut.

(idn/knv)