Setneg: Penggunaan Kamera Profesional Bersifat Komersil di GBK Harus Izin

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 18:05 WIB
Kawasan Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, ramai dikunjungi warga di hari Minggu. Kebanyakan warga datang ke GBK untuk berolahraga. Berikut potretnya.
Kawasan GBK (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) meluruskan perihal larangan memotret dengan kamera digital single lens reflex (DSLR) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Kemensetneg menjelaskan penggunaan kamera profesional dan bersifat komersial tidak dilarang, melainkan harus berizin.

"Intinya foto dan video di kawasan GBK diperbolehkan, hanya penggunaan kamera profesional dan bersifat komersil harus mendapatkan izin," kata Karo Humas Setneg Eddy Cahyono kepada wartawan, Kamis (20/5/2021).

Lebih lanjut, Eddy mengakui adanya kesalahpahaman terkait penjelasan pihak keamanan GBK. Dia memastikan hal itu akan menjadi masukan untuk Kemensetneg memperbaiki pelayanannya.

"Kesalahpahaman terkait penjelasan Satpam di lapangan akan menjadi masukan bagi kami untuk memperbaiki pelayanan ke publik," ujarnya.

Sebelumnya, cerita seorang warga yang ditegur petugas satpam lantaran memotret dengan kamera digital single lens reflex (DSLR) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, viral di media sosial.

Mulanya, kisah warga yang ditegur saat memotret di kawasan GBK dengan DSLR ini diunggah oleh fotografer senior Arbain Rambey. Arbain lantas mempertanyakan dasar dari aturan tersebut.

"Motret di kompleks GBK tak boleh pakai DSLR? Apa bedanya dengan pakai mirrorless atau HP premium? Apa dasar aturan ini?" tulis Arbain melalui akunnya, @arbainrambey, Selasa (18/5/2021).

Dalam unggahan tersebut tampak cerita percakapan antara seorang warga dan petugas satpam di kawasan GBK. Warga tersebut ditegur tidak boleh memakai DSLR di kawasan GBK.

"Pak, nggak boleh moto pakai DSLR di lingkungan GBK," kata petugas satpam dalam cerita tersebut.

"Kenapa, Pak?" tanya warga itu.

Petugas satpam itu menjelaskan aturan yang berlaku memang demikian. Warga tersebut menjelaskan sudah tahu aturannya dan dia tidak sedang memotret saat ada pertandingan. Namun petugas satpam itu menegaskan tetap tidak boleh memotret dengan DSLR.

Kemudian, warga tersebut mempertanyakan aturan ini. Petugas satpam itu menjelaskan bahwa ia khawatir foto tersebut dipakai untuk endorse.

"Kenapa nggak bolehnya?" tanya warga itu lagi.

"Nanti takutnya foto Bapak bakal jadi endorse model Instagram itu," jelas satpam itu.

(mae/fjp)