Gubsu Sesalkan Bentrokan Warga-Sekuriti Perusahaan di Toba

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 15:32 WIB
Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi buka suara terkait bentrokan yang terjadi antara warga dan sekuriti perusahaan di Kabupaten Toba.
Foto: Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi buka suara terkait bentrokan yang terjadi antara warga dan sekuriti perusahaan di Kabupaten Toba. (Ahmad Arfah Fansuri Lubis/detikcom)
Medan -

Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi buka suara terkait bentrokan yang terjadi antara warga dan sekuriti perusahaan di Kabupaten Toba. Edy menilai hal itu tidak seharusnya terjadi.

"Janganlah seperti itu, ini kan pengusaha," kata Edy di Medan, Kamis (20/5/2021).

Edy mengatakan dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab keributan. Edy mengaku masih menyelidiki hal itu.

"Saya sedang mencari apa yang sebenarnya terjadi. Ada yang saya pingin tahu, nanti akan saya sampaikan setelah saya tau pasti," ucapnya.

Secara terpisah, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak, Roganda Simanjuntak, mengatakan sejumlah warga terluka akibat bentrokan itu. Salah satu yang terluka adalah Jusman Simanjuntak yang merupakan besan jauh dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan.

"Jusman besan jauh LBP," kata Roganda.

Roganda mengatakan Jusman terluka di bagian wajah. Jusman diduga terkena lemparan kayu saat keributan terjadi.

"Kondisinya masih proses pemulihan," ucapnya.

Sebelumnya Kasubbag Humas Polres Toba Iptu Bungaran Samosir membenarkan peristiwa bentrokan tersebut. Dia menyebut peristiwa itu terjadi pada Selasa (18/5).

"Benar. Pada hari Selasa, 18 Mei 2021, terjadi bentrok antara pihak karyawan dan sekuriti PT TPL di Bor-Bor dengan masyarakat Natumingka," sebut Bungaran, Rabu (19/5).

Bungaran menjelaskan pihak perusahaan awalnya hendak melakukan penanaman bibit eukaliptus. Dia menyebut ada sejumlah warga yang menghadang para karyawan hingga berujung bentrok.

"Di mana pihak perusahaan hendak melakukan penanaman bibit eukaliptus di area lahan perusahaan, lalu dihadang oleh masyarakat Natumingka sehingga terjadi aksi dorong-mendorong antara pihak sekuriti dan karyawan penanam bibit perusahaan," ujar Bungaran.

Dia mengatakan personel kepolisian dibantu TNI berupaya memisahkan pihak yang terlibat bentrokan. Namun massa tetap terlibat saling dorong.

"Polri dan TNI melakukan upaya memisahkan, namun dengan kerumunan massa yang saling dorong-mendorong sehingga ada yang terjatuh serta dilanjutkan kejadian pelemparan di antara kedua belah pihak. Sehingga Polri dan TNI melakukan imbauan untuk berhenti kepada kedua belah pihak," sebut Bungaran.

(aud/aud)