Warga di Toba Bentrok dengan Sekuriti Perusahaan, Sejumlah Orang Terluka

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 20:12 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi (Rachman Haryanto/detikcom)
Toba -

Sejumlah warga terlibat bentrokan dengan pihak sekuriti perusahaan di Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut). Sejumlah orang terluka akibat bentrokan itu.

Rekaman video peristiwa bentrokan itu viral di media sosial. Dilihat detikcom, Rabu (19/5/2021), video berdurasi sekitar 22 detik itu menunjukkan kerumunan orang.

Terlihat beberapa di antaranya memakai helm khusus kerja. Ada juga orang-orang yang membawa kayu di lokasi itu. Orang-orang di lokasi tersebut terdengar berteriak satu sama lain.

Kasubbag Humas Polres Toba Iptu Bungaran Samosir membenarkan peristiwa tersebut. Dia menyebut peristiwa itu terjadi pada Selasa (18/5).

"Benar. Pada hari Selasa, 18 Mei 2021, terjadi bentrok antara pihak karyawan dan sekuriti PT TPL di Bor-Bor dengan masyarakat Natumingka," sebut Bungaran.

Bungaran menjelaskan pihak perusahaan awalnya hendak melakukan penanaman bibit eukaliptus. Dia menyebut ada sejumlah warga yang menghadang para karyawan hingga berujung bentrok.

"Di mana pihak perusahaan hendak melakukan penanaman bibit eukaliptus di area lahan perusahaan, lalu dihadang oleh masyarakat Natumingka sehingga terjadi aksi dorong-mendorong antara pihak sekuriti dan karyawan penanam bibit perusahaan," ujar Bungaran.

Dia mengatakan personel kepolisian dibantu TNI berupaya memisahkan pihak yang terlibat bentrokan. Namun massa tetap terlibat saling dorong.

"Polri dan TNI melakukan upaya memisahkan, namun dengan kerumunan massa yang saling dorong-mendorong sehingga ada yang terjatuh serta dilanjutkan kejadian pelemparan di antara kedua belah pihak. Sehingga Polri dan TNI melakukan imbauan untuk berhenti kepada kedua belah pihak," sebut Bungaran.

Bungaran menyebut ada korban luka dari kedua belah pihak yang terlibat bentrokan. "Kedua belah pihak mengalami luka-luka. Belum, sampai saat ini belum ada yang melaporkan," ujar Bungaran.

(haf/haf)