Herannya Jokowi Ada Pejabat Daerah Tak Tahu Data Kasus COVID-19

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 08:32 WIB
Presiden Jokowi di Riau
Presiden Jokowi di Riau (Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya data dan angka parameter penanganan kasus COVID-19 di Indonesia. Jokowi lantas bercerita ada pejabat di daerah yang tidak bisa menjawab data kasus COVID-19 terkini.

"Ada saya datang ke daerah, tidak di Sumatera. Saya datang ke daerah, saya tanya, nggak tahu. Kalau angka-angka saja tidak tahu, bagaimana menyelesaikannya? Termasuk hati-hati nanti Pangdam dan Kapolda saya tanya, kondisi kasus aktif berapa," kata Jokowi saat memberikan arahan kepada Forkopimda se-Riau di Pekanbaru seperti ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/5/2021).

Jokowi menjelaskan data-data mengenai kasus COVID-19 harus diperhatikan dengan betul. Kepala daerah hingga pangdam dan kapolda juga harus bisa menjawab saat ditanya mengenai hal tersebut.

"Coba dilihat, angka-angka itu dicatat dan kalau saya tanya mestinya semua bupati, wali kota, gubernur itu tahu posisi di tingkat kabupaten seperti apa, pak bupati berapa kesembuhan di sini, harus bisa jawab. Berapa kasus aktif, harus bisa jawab," kata Jokowi.

Jokowi lantas menyoroti kasus COVID-19 di Riau yang melonjak drastis. Dia meminta semua pihak tidak lengah.

"Coba kita lihat kasus aktif di Riau, bulan Februari coba kita lihat masih rendah, Februari masih rendah yang dulu 2020 di tertinggi, sudah turun sebetulnya, sudah turun sampai ke angka 1.071 di Februari sudah turun ini, ada kelengahan pasti, begitu Maret naik, 1.302 langsung. April naik menjadi 4.865. Meskipun sekarang turun sedikit tapi masih di posisi yang tinggi, hati-hati mengenai ini, hati-hati," ujar Jokowi.

Jokowi juga memaparkan angka kesembuhan di Riau yang relatif cukup baik. Daerah yang masih rendah kasus kesembuhan COVID-19 diminta terus bekerja keras.

"Oleh sebab itu, Menkes menyampaikan, kalau kurang ventilator, segera infokan, kalau obatnya terlambat, segera infokan, karena kunci-kuncinya ada di situ. Angka kesembuhan per kabupaten/kota juga kelihatan," ucap Jokowi.

"Kita lihat yang angka kesembuhannya yang rendah di mana, di Kuantan Singingi paling bawah di 76 persen, ini hati-hati rumah sakit, hati-hati. Rokan Hilir paling baik di 91, Kampar baik juga di 91. Rokan Hulu baik juga di 90. Yang lain mari kita bersama ditingkatkan untuk kesembuhannya," sambung Jokowi.

Jokowi lalu memaparkan data kasus COVID-19 setiap daerah di Riau. Dia mengingatkan semua pihak untuk terus waspada.

"Kita lihat per kabupaten/kota kelihatan, meskipun warna hijau, itu coba sebelumnya rendah, kemudian semua eksponensial melonjaknya drastis, ini ada apa? Kelengahan kita tidak melihat kasus per kasus itu harian. Sehingga tahu-tahu eksponensial. Dari Maret kemudian eksponensial naik. Memang ada 10 kabupaten ini sudah turun, tapi masih tinggi. Yang daerah tadi dua hati-hati, mana tadi, Pelalawan dan yang merah satu lagi di Kepulauan Meranti," beber Jokowi.

Setelah itu, Jokowi mencontohkan kasus COVID-19 di Dumai meningkat karena interaksi masyarakat tinggi. Atas hal itu, Jokowi memerintahkan Menkes untuk memprioritaskan vaksinasi di Dumai.

"Kita kemarin lihat, kenapa di Dumai peningkatannya seperti itu? Apakah karena ada pekerja migran, TKI yang kembali atau tidak, atau karena interaksi karena kota pelabuhan, interaksi antarmasyarakat di sana yang tinggi, ternyata interaksi. Sehingga hati-hati, di sana harus diberikan perhatian. Saya tadi sudah perintahkan ke Pak Menkes, Dumai berikan perhatian untuk vaksinasinya, jangan sampai keterusan," tutur Jokowi.

Lihat juga Video: Kasus Corona di Riau Melonjak, Jokowi: Jangan Tunggu Chaos!

[Gambas:Video 20detik]





(knv/lir)