Round-Up

Mereka Mengenang Wimar Witoelar yang Berpulang

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 05:02 WIB
Suasana rumah duka mantan Juru Bicara Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Wimar Witoelar di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (19/5/2021). Beliau meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, Rabu (19/5/2021) sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi.
Foto Wimar Witoelar (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Eks Juru Bicara Presiden ke-4 RI, Abdurrahaman Wahid alias Gus Dur, Wimar Witoelar meninggal dunia Rabu pagi. Sejumlah tokoh mengenang sosok Wimar yang telah berpulang itu.

"Barusan saja Pak Wimar meninggal dunia dengan tenang sekitar pukul 09.00 WIB," kata Managing Director Intermatrix Communications, Erna Indriana, saat dimintai konfirmasi, Rabu (19/5/2021).

Ucapan duka berdatangan dari berbagai pihak atas wafatnya Wimar. Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok mengungkapkan dukacitanya.

Ahok: Kita Kehilangan Pejuang Kebenaran

Ahok mengaku kehilangan sosok Wimar Witoelar. Diketahui semasa hidup, Wimar kerap menyuarakan dukungan terhadap Ahok, termasuk saat Ahok terjerat kasus dugaan penistaan agama.

"Kita kehilangan salah satu pejuang untuk kebenaran, keadilan dan perikemanusiaan. Semoga arwahnya diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi penghiburan dan kekuatan," ujarnya.


Ngabalin: Sosok yang Sejuk

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin juga mengenang sosok Wimar. Ngabalin pun mengungkapkan pesan terakhir Wimar kepada dirinya.

"Sedihnya sama seperti sedihnya waktu abang saya meninggal. Karena terakhir itu Bang Wimar bilang kepada saya, 'Li, jangan kendor'. Begitu kalimatnya. Ternyata itu pesan terakhir untuk saya," ujar Ngabalin kepada wartawan di rumah duka Wimar, Rabu (19/5).

Ngabalin bersyukur masih sempat melaksanakan salat jenazah kepada almarhum Wimar. Dia memuji Wimar sebagai sosok yang berpengetahuan tinggi dan sosok yang sejuk.

"Maka tadi saya syukur alhamdulillah, belum terlalu ramai. Saya bisa salat jenazah. Saya bisa doakan karena wah udah deh, nggak bisa kita cerita kalau Bang Wimar itu. Pengetahuannya komplit, semuanya," ucap Ngabalin.

"Dia punya karakter sebagai orang Jawa Barat, orang yang punya pengetahuan tinggi dan karakter. Dia bisa marah, tapi dia tidak menunjukkan perubahan intonasi suara, tidak ada perubahan muka kalau dia marah. Kalau kita ini kan muka dan suara bisa berubah total, seketika itu. Kalau Bang Wimar tidak. Dia tenang, sejuk. Tapi diksi yang dia pakai itu langsung masuk serangan jantung orang," sambungnya.

Lihat Video: Akbar Tanjung Cerita Awal Persahabatan dengan Wimar Witoelar

[Gambas:Video 20detik]