Polsek Candipuro Dibakar, Polda Lampung Minta Maaf Jika Layanan Dinilai Kurang

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 18:43 WIB
Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno (lima kanan) bersama Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto (enam Kanan) meninjau Maposek Candipuro yang dibakar oleh massa di Desa Titi Wangi, Candipuro, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (19/5/2021). Aksi pembakaran Mapolsek Candipuro oleh massa yang terjadi pada Selasa (18/05/2021) malam diduga dipicu kekesalan warga atas maraknya kasus kriminal pencurian dengan kekerasan atau begal di wilayah hukum Polsek tersebut yang tidak terungkap. ANTARA FOTO/Ardiansyah/hp.
Penampakan Polsek Candipuro setelah dibakar warga. (ANTARA FOTO/ARDIANSYAH)
Lampung Selatan -

Polda Lampung menyampaikan permintaan maaf jika pelayanan masyarakat Polsek Candipuro dinilai kurang. Meski demikian, Polda Lampung menyayangkan aksi perusakan dan pembakaran yang dilakukan oleh warga.

"Kapolda juga meminta maaf bila ada kekurangan pelayanan kami. Kami minta maaf. Tapi tindakan kekerasan harus ditindak secara hukum," ucap Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad kepada detikcom, Rabu (19/5/2021).

Pandra mengatakan Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno, sejak menjabat, memerintahkan jajaran menindak tegas pelaku kejahatan C3, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian disertai kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Meski demikian, lanjut Pandra, Irjen Hendro juga menyampaikan masalah keamanan jadi tanggung jawab bersama.

"Dari semenjak serah terima jabatan, Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno sudah memerintahkan kepada jajaran untuk menindak tegas pelaku C3. Namun tugas harkamtibmas perlu dipahami, bukan hanya tugas polisi," ungkap Pandra.

Pandra pun menyayangkan peran seorang kepala desa di Kecamatan Candipuro yang mengajak warga ramai-ramai mendatangi polsek hingga terjadi perbuatan anarkis.

"Menciptakan keamanan, kenyamanan juga tugas semua pihak, termasuk pamong. Nah ini kan kepala desa tugasnya pamong. Harusnya jika ada masalah dibicarakan secara musyawarah mufakat, bukan malah dengan merusak fasilitas negara," sambung Pandra.

Sebelumnya, Markas Polsek Candipuro dibakar warga. Polisi mengatakan pembakaran terjadi jelang tengah malam.

"Benar tadi malam telah terjadi pembakaran di Mapolsek Candipuro. Kejadiannya pukul 23.00 WIB," kata Pandra.

Pandra mengatakan pembakaran dilakukan 20 orang. Mereka diduga melemparkan sesuatu ke area sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) yang memicu kebakaran.

Pembakaran Polsek Candipuro, Lampung Selatan, Lampung, diisukan karena warga kecewa terhadap pelayanan polisi setempat. Berdasarkan kabar yang beredar, masyarakat marah lantaran kerap terjadi kasus kejahatan jalanan, seperti penodongan dan pembegalan, tapi tak ada tindak lanjut dari kepolisian.

(aud/tor)