Polisi Minta Setop Bully Siswi Bengkulu yang Hina Palestina

Antara - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 14:46 WIB
Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Sudarno (ANTARA/HO-Humas Polda Bengkulu)
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno (ANTARA/HO/Humas Polda Bengkulu)
Jakarta -

Polisi meminta masyarakat menghentikan perundungan (bully) terhadap siswi SMA di Bengkulu yang viral karena menghina Palestina di media sosial (medsos) TikTok. Diketahui siswi tersebut telah meminta maaf atas video yang dibuatnya.

"Kalau soal perundungan itu kita tidak bisa mengontrol, sebab itu sebuah reaksi karena adanya aksi, tetapi kami minta seluruh masyarakat tidak berlebihan sehingga harus mengeluarkan kata-kata kotor atau melakukan perundungan, apalagi siswi itu sudah minta maaf," kata Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno seperti dilansir Antara, Rabu (19/5/2021).

Dia meminta masyarakat ikut bijak dalam menyikapi video viral tersebut. Dia mengajak masyarakat untuk tidak memperkeruh suasana.

Kombes Sudarno mengatakan kasus video penghinaan terhadap Palestina di TikTok yang dilakukan siswi SMA kelas II berinisial MS (19) tidak berlanjut ke proses hukum.

"Kalau di kepolisian sudah selesai. Kemarin yang bersangkutan sudah ditemui, baik dari polres setempat maupun dari polda. Dia sudah dinasihati agar lain kali tidak membuat konten yang meresahkan," ujarnya.

Sudarno juga mengimbau anak-anak muda yang aktif menggunakan media sosial agar membuat konten yang positif, baik itu berupa video, foto, maupun tulisan.

Dia juga meminta kepada orang tua untuk selalu mengawasi setiap aktivitas anaknya termasuk dalam menggunakan gawai, dan tidak mudah melepas anak menggunakan media sosial tanpa pemberian pendidikan sebelumnya.

"Ini menjadi pembelajaran untuk kita semua. Terkhusus kepada orang tua untuk lebih menjaga lagi aktivitas medsos anak-anaknya," ujarnya.

Video siswi itu viral hingga kemudian banyak pihak yang mengecam video tersebut. Dalam video singkat, siswi tersebut mengumpat Palestina dengan sebutan nama hewan dan mendukung atas penyerangan yang terjadi ke negara tersebut.

Tak lama kemudian, siswi tersebut membuat video klarifikasi atas viralnya video dirinya yang menghina Palestina. Dia juga menyampaikan permintaan maaf.

"Saya memohon maaf kepada negara Palestina dan bangsa atas unggahan pernyataan saya di TikTok, saya berjanji akan siap menerima semua risiko atas perbuatan saya, sekali lagi saya mohon maaf," kata siswi tersebut setelah melakukan mediasi di Polres Bengkulu Tengah, Selasa (18/5).

Video penghinaan terhadap Palestina tersebut dikecam banyak pihak. Sebab, saat ini Palestina sedang menghadapi serangan yang tak henti-henti dilakukan Israel. Setidaknya ada 217 orang tewas akibat serangan Israel hingga hari ini.

Peristiwa serupa terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut). Untuk kasus di NTB, pelakunya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan polisi.

Lihat Video: Ramai Hina Palestina Lewat TikTok, Komisi I: Kemkominfo Harus Cegah!

[Gambas:Video 20detik]

(jbr/idh)