Siswi SMA di Bengkulu yang Hina Palestina Lewat TikTok Minta Maaf

Hery Supandi - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 16:29 WIB
Tyumen, Russia - January 21, 2020: TikTok and Facebook application  on screen Apple iPhone XR
Foto: Ilustrasi apilkasi TikTok. (Getty Images/5./15 WEST)
Bengkulu -

MS, siswi SMA di Bengkulu minta maaf atas unggahannya yang viral menghina Palestina lewat aplikasi media sosial (medsos) TikTok. MS mengaku siap menerima risiko atas unggahannya itu.

"Saya memohon maaf kepada negara Palestina dan bangsa atas ungguhan pernyataan saya di Tiktok, saya berjanji akan siap menerima semua risiko atas perbuatan saya, sekali lagi saya mohon maaf," kata MS usai melakukan mediasi di Polres Bengkulu Tengah, Selasa (18/5/2021).

Terpisah, Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno mengimbau agar masyarakat bijak dalam berkomunikasi di media sosial. MS telah dikembalikan ke orang tua karena tidak ada aduan.

"Untuk kasus ini telah kita lakukan pemeriksaan, termasuk mediasi ke pihak sekolah dan dinas terkait, namun karena tidak ada aduan maka untuk sementara siswi kita kembalikan ke orang tuanya untuk dilakukan pembinaan," ujarnya.

Sebelumnya, Seorang siswi di Bengkulu Tengah, Bengkulu, menghina Palestina lewat aplikasi media sosial (medsos) TikTok. Akibat video yang bikin geger itu, siswi SMA tersebut dikeluarkan (drop out atau DO) dari sekolahnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah VIII Kabupaten Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan, mengatakan, berdasarkan hasil rapat pada Senin (17/5) kemarin, siswi tersebut dikembalikan ke orang tuanya atau di-DO dari sekolah.

"Hasil rapat sudah jelas atas perbuatan yang dilakukan MS membuat nama pendidikan di Bengkulu Tengah terluka dan solusinya pihak sekolah mengembalikannya ke orang tuanya," kata Adang saat dikonfirmasi, Selasa (18/5/2021).

Pada rapat kemarin, pihak sekolah memanggil siswi tersebut bersama orang tuanya. Pihak sekolah juga mengundang pihak TNI, Polri, dan anggota DPRD Bengkulu Tengah.

Pihak sekolah juga turut mengundang ulama serta tokoh agama setempat untuk mencari solusi terkait kasus tersebut. Dalam pertemuan itu, ibu dari siswi tersebut menangis pilu.

Penanganan kasus penghinaan terhadap Palestina ini dilakukan untuk meredam gejolak di masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat ramai berkumpul di luar.

Simak juga 'Polisi Ber-APD Urai Massa Aksi Bela Palestina di Depan Kedubes AS':

[Gambas:Video 20detik]



(idh/idh)