5 Fakta Setelah Sebagian KRI Nanggala Diangkat ke Permukaan

ADVERTISEMENT

Round-Up

5 Fakta Setelah Sebagian KRI Nanggala Diangkat ke Permukaan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 08:12 WIB

Kemungkinan Jasad Kru KRI Nanggala-402 Ada di Pressure Hull

Pangkormada II Laksamana Muda Iwan Isnurwanto mengatakan pihaknya telah melapor kepada pimpinan TNI AL terkait proses evakuasi KRI Nanggala. Dia mengatakan, pada akhir Mei, tindak lanjut proses evakuasi KRI Nanggala-402 akan dibahas kembali.

Iwan juga bicara soal kemungkinan posisi jasad 53 kru KRI Nanggala-402 berada di bagian badan tekan (pressure hull) kapal selam. Namun belum diketahui posisi badan tekan tersebut.

"Lalu tadi disampaikan, apakah personelnya di sana? Dengan tak ditemukannya personel pengawak, maka mungkin akan ada di sana. Di mana? Mungkin di badan tekan. Tapi kami belum tahu sampai di mana posisinya," katanya.

Sempat ada dugaan badan tekan KRI Nanggala-402 masuk ke kawah yang ada di dasar laut. Kawah tersebut lokasinya berada tak jauh dari lokasi ditemukannya anjungan dan buritan KRI Nanggala-402.

Laksda Iwan mengatakan kapal China sempat mengecek kawah tersebut. Namun belum ada tanda-tanda badan tekan KRI Nanggala-402 ada di dalam kawah tersebut.

KRI Nanggala-402 Deformasi hingga Pecah

TNI memastikan badan kapal selam KRI Nanggala-402 pecah bukan karena ledakan. Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto mengatakan diduga kuat KRI Nanggala-402 mengalami kecelakaan. Menurutnya, jika KRI Nanggala-402 meledak sebelum menyentuh dasar laut, kapal TNI AL lain akan mendeteksinya.

"Kalau kapal ini meledak, pada saat itu juga pasti berhamburan dan muncul ke permukaan. Tapi sampai saat ini tak ada pecahan yang muncul di permukaan. Kalau meledak, kapal kami yang mempunyai kemampuan sonar, mendengar suara di dalam air. Pasti mendengar," jelas Iwan.

Iwan lalu menjelaskan soal kemungkinan yang dialami KRI Nanggala-402 saat tenggelam. Dia mengatakan kapal selam akan mengalami perubahan bentuk jika telah melewati batas kedalaman yang diizinkan.

"Kapal selam di dunia itu maksimum 500 meter untuk posisi yang tak diizinkan untuk menyelam lagi. Jadi kalau lebih dari 500 meter, maka dia akan mengalami deformasi. Kalau (botol minuman kemasan) ini (mengalami deformasi) dia langsung seperti kerupuk, kres," katanya.

Dia mengatakan, dalam kondisi tersebut, kapal selam akan terus tenggelam dengan kecepatan cukup tinggi. Terlebih sebuah kapal selam memiliki bobot lebih dari 1.300 ton.

"Kenapa terjadi pecahan seperti ini? Ingat, beratnya 1.300 ton, kalau diisi penuh dengan air dan lain-lain, katakan sudah menyelam, itu kurang-lebih 1.450 ton, dengan kecepatan yang ada, ada yang bisa 10 meter per detik kecepatannya, setelah 300-400 meter, dia akan mengalami deformasi bentuk," tuturnya.

"Sudah kecepatan tinggi, deformasi, kena dasar laut, maka akan terjadi pecah. Akan seperti itu," imbuh dia.


(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT