Istri Klaim Edhy Prabowo Biayai Sekolah Ratusan Anak Asuh hingga Kuliah

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 21:06 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo hadir langsung di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta. Hari ini, untuk pertama kali Edhy Prabowo hadir langsung di ruang sidang terkait kasus ekspor benur.
Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo dalam sidang (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Istri mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Iis Rosita Dewi, mengklaim Edhy memiliki berbagai keperluan. Iis menyebut Edhy turut membiayai sekolah banyak anak asuh hingga kuliah.

Hal itu disampaikan Iis saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (18/5/2021). Awalnya, penasihat hukum Edhy, Soesilo Aribowo, menanyakan Iis soal uang Edhy yang dikelola Amiril Mukminin.

"Ibu kan sebagai istri ya, pernahkah Pak Menteri mengeluh atau mendapatkan informasi, ibu mendengar informasi bahwa Pak Amiril mengatakan, 'Pak uangnya udah habis, tolong ditambah, supaya Pak Menteri tahu untuk bisa menambah operasional-operasional itu?" tanya Soesilo kepada Iis.

Iis menyampaikan bahwa Edhy memiliki banyak keperluan sehingga memperlukan sejumlah uang. Iis mengklaim ada keperluan Edhy yang tidak biasa, salah satunya menyekolahkan ratusan anak asuh.

"Mungkin kalau dibilang habis, tidak. Tapi, ada keperluan dari Pak Edhy yang tidak biasa," ujar Iis.

Iis menyebut Edhy turut membantu ratusan anak yang putus sekolah. Mereka semua, sebut Iis, dibantu sampai kuliah hingga sekolah S-2.

"Banyak sekali pak, ada ratusan anak-anak kita kuliahkan, yang putus sekolah. Jadi dari SMA sampai tingkat perguruan tinggi bahkan juga ketika perguruan tinggi mereka ingin melanjutkan S-2, Pak Edhy membiayainya," klaimnya.

Diketahui, Edhy Prabowo didakwa menerima uang suap yang totalnya mencapai Rp 25,7 miliar dari pengusaha eksportir benih bening lobster (BBL) atau benur. Jaksa mengatakan Edhy menerima uang suap dari beberapa tangan anak buahnya.

Edhy didakwa bersama stafsus dan Ketua Tim Uji Tuntas Perizinan Budi Daya Lobster Andreau Misanta Pribadi, dan Safri selaku stasfus Edhy dan Wakil Ketua Tim Uji Tuntas, Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy, dan Ainul Faqih selaku staf pribadi istri Edhy Iis Rosita Dewi, serta Sidwadhi Pranoto Loe selaku Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) dan pemilik PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Atas dasar itu, Edhy Prabowo disebut jaksa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Simak juga 'Cerita Saksi soal Edhy Prabowo Minta Rp 5 M untuk Izin Budidaya Benur':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)