Surat Al Anfal Ayat 63: Arab, Latin, dan Tafsirnya

Kristina - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 17:51 WIB
Al Quran
Foto: Getty Images/iStockphoto/LV4260
Jakarta -

Surat Al Anfal merupakan surat ke-8 dalam Al Quran. Surat ini terdiri dari 75 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyyah.

Secara keseluruhan, surat Al Anfal (الأنفال) menceritakan tentang harta rampasan perang, keimanan kaum Muslimin, dan kasih sayang serta perlindungan Allah SWT terhadap kaum Muslimin.

Penjelasan mengenai cinta dan kasih sayang Allah SWT tertuang dalam ayat 63. Surat Al Anfal ayat 63 menceritakan tentang ridho Allah terhadap kaum Muslimin dan merestui perjuangan mereka dengan mempersatukan cinta dan kasih sayang.

Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا مَّآ أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Arab-latin: wa allafa baina qulụbihim, lau anfaqta mā fil-arḍi jamī'am mā allafta baina qulụbihim wa lākinnallāha allafa bainahum, innahụ 'azīzun ḥakīm

Artinya: "dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana."

Tafsir menurut Kemenag

Kemenag menafsirkan ayat tersebut sebagai bukti dukungan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT memberikan jaminan atas keamanan kaum Muslimin apabila kaum Yahudi dan kaum musyrikin ingin menipu atau mencari kesempatan dengan adanya perdamaian.

Allah SWT telah mempersatukan hati kaum Muslimin sehingga mereka hidup rukun dan damai, saling mencintai, saling menolong. Mereka adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan padahal sebelumnya mereka hidup bersuku-suku dan bermusuhan antar golongan.

Lebih lanjut Kemenag memberikan penafsiran tentang peringatan Allah SWT terhadap tingginya nilai persatuan. Bahkan apabila Nabi Muhammad SAW menghabiskan seluruh harta kekayaannya untuk mencapai hal tersebut pasti tidak akan berhasil.

Ini merupakan satu tanda keridhaan dan restu Allah SWT terhadap perjuangan kaum Muslimin. Mereka tidak perlu merasa khawatir, karena sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Tafsir menurut Ibnu Katsir

Menurut Ibnu Katsir, ayat ini menerangkan tentang berbagai peristiwa kejahatan yang panjang, hingga akhirnya Allah SWT memadamkan pertikaian itu dengan nur keimanan. Diceritakan sebelumnya orang-orang Ansar di masa Jahiliah sering berperang antar sesama mereka, yakni kabila Aus dan kabila Khazraj.

Peristiwa kejahatan zaman jahiliah dan bukti Allah SWT telah mempersatukan mereka diceritakan pula dalam Q.S Ali Imran ayat 103.

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." (Q.S Ali Imran: 103).

Di akhir ayat disebutkan bahwa Allah Mahaperkasa Zat-Nya, maka Dia tidak akan mengecewakan orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. Dia lagi Mahabijaksana dalam semua perbuatan dan hukum-Nya.

Sahabat hikmah, setelah memahami kandungan surat Al Anfal ayat 63 semoga turut bertambah keimanan atas kekuasan Allah SWT.

(nwy/nwy)