Apa Maksud dari Surat Hud Ayat 6? Ini Jawaban Lengkapnya

Kristina - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 15:25 WIB
al Quran on a recal in a mosque
Foto: Getty Images/iStockphoto/Muhammad Fadli
Jakarta -

Allah SWT telah mengatur segala hidup dan mati makhluk-Nya. Termasuk jaminan atas rezeki. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Hud ayat 6.

Surat Hud adalah surat ke-11 dalam Al Quran. Surat ini terdiri dari 123 ayat. Surat Hud termasuk golongan surat Makkiyah yang diturunkan setelah surat Yunus.

Pada ayat ke 6, Allah SWT berfirman bahwa Dia akan menjamin rezeki dari setiap makhluk-Nya. Berikut surat Hud ayat 6:

۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

Arab-latin: wa mā min dābbatin fil-arḍi illā 'alallāhi rizquhā wa ya'lamu mustaqarrahā wa mustauda'ahā, kullun fī kitābim mubīn

Artinya: "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)."

Menurut tafsir Kemenag, ayat tersebut menjelaskan tentang jaminan rezeki dari Allah SWT. Binatang-binatang melata yang hidup di bumi meliputi binatang merayap, merangkak atau berjalan dengan kedua kakinya semua mendapat jaminan rezeki dari Allah SWT.

Binatang tersebut diberikan naluri dan kemampuan untuk mencari rezekinya masing-masing. Semuanya sudah diatur dengan hikmat dan bijaksana oleh-Nya. Kemenag mencontohkannya dalam sebuah ekosistem.

Jika Allah tidak mengatur sedemikian rupa, mungkin saja pada suatu saat ada binatang yang berkembangbiak terlalu cepat, sehingga mengancam kelangsungan hidup binatang lain.

Allah SWT mengetahui tempat berdiam binatang-binatang termasuk tempat persembunyiannya. Bahkan ketika masih di dalam kandungan induknya. Pada kedua tempat itu, Dia senantiasa menjadi rezekinya. Segalanya telah tercatat dengan rapi di Lauh Mahfudh.

Jaminan atas rezeki juga dijelaskan dalam surat lain seperti surat Asy Syuraa ayat 27. Allah berfirman sebagai berikut:

۞ وَلَوْ بَسَطَ ٱللَّهُ ٱلرِّزْقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرٌۢ بَصِيرٌ

Arab-Latin: Walau basaṭallāhur-rizqa li'ibādihī labagau fil-arḍi wa lākiy yunazzilu biqadarim mā yasyā`, innahụ bi'ibādihī khabīrum baṣīr

Artinya: "Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat."

Rezeki merupakan ketetapan dari Allah SWT. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash, "Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi." (HR. Muslim no. 2653).

(nwy/nwy)