TNI Bicara Kemungkinan Jasad Kru KRI Nanggala-402 Ada di Pressure Hull

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 17:11 WIB
TNI AL mengungkap progres evakuasi KRI Nanggala-402 yang tenggelam di utara Laut Bali
Pangkoarmada II mengungkap progres evakuasi KRI Nanggala-402 yang tenggelam di utara Laut Bali. (Sui Suadnyana/detikcom)
Denpasar -

Proses evakuasi KRI Nanggala-402 terus dilakukan. Kapan batas waktu evakuasi KRI Nanggala-402 yang tenggelam di utara Laut Bali ini?

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda (Laksda) TNI Iwan Isnurwanto mengatakan diskusi soal proses evakuasi KRI Nanggala-402 terus dilakukan bersama pihak China yang ikut serta melakukan evakuasi. Dia mengatakan, pada akhir Mei nanti, akan dibahas kembali soal proses evakuasi badan kapal selam RI ini.

"Kemampuan mereka untuk mengangkat sail section (anjungan) ini, stern section (buritan) kurang-lebih 2-3 hari dengan 3 hari cadangan, (total) lima hari," kata Laksda Iwan dalam konferensi pers di Lanal Denpasar, Selasa (18/5/2021).

"Maka sekarang tanggal 18 (Mei). Saya minta mungkinkah tanggal 26 batas waktu operasi ini. Mereka belum bisa jawab," tambahnya.

Dia mengatakan rapat terakhir digelar pada Senin (17/5) malam. Rapat itu diikuti Danguskamla Koarmada II Laksamana Pertama TNI I Gung Putu Alit Jaya, Danlanal Denpasar, Duta Besar Luar Biasa China untuk Indonesia Xiao Qian, Atase Pertahanan Kedubes China untuk Indonesia Senior Kolonel Chen Yongjin, dan expert 3 kapal China yang melakukan evakuasi.

Dia mengatakan, saat proses evakuasi ini, ketiga kapal China yang ikut membantu ialah Ocean Salvage and Rescue Yongxingdao-863, Ocean Tug Nantuo-185, dan Scientific Salvage Tan Suo 2. Sementara kapal dari negara lain yang sempat membantu sudah kembali ke negaranya.

Laksda Iwan mengatakan pihaknya telah melaporkan kepada pimpinan TNI AL terkait proses evakuasi ini. Dia mengatakan pada akhir Mei, tindak lanjut proses evakuasi KRI Nanggala-402 akan dibahas kembali.

"Dan pagi hari ini, mungkin akan sampai pada akhir bulan Mei ini. Tetapi yang saya sampaikan tanggal 26 Mei, tapi dengan kesulitan yang ada, mereka minta akhir Mei. Setelah itu kita akan komunikasi secara intensif bagaimana jalan keluar yang akan dilaksanakan," ujarnya.

Laksda Iwan juga bicara soal kemungkinan posisi jasad 53 kru KRI Nanggala-402 berada di bagian badan tekan (pressure hull) kapal selam. Namun belum diketahui posisi badan tekan tersebut.

"Lalu tadi disampaikan, apakah personelnya di sana? Dengan tak ditemukannya personel pengawak, maka mungkin akan ada di sana. Di mana? Mungkin di badan tekan. Tapi kami belum tahu sampai di mana posisinya," katanya.

Sempat ada dugaan badan tekan KRI Nanggala-402 masuk ke dalam kawah yang ada di dasar laut. Kawah tersebut lokasinya berada tak jauh dari lokasi ditemukannya anjungan dan buritan KRI Nanggala-402.

Laksda Iwan mengatakan kapal China sempat mengecek kawah tersebut. Namun belum ada tanda-tanda badan tekan KRI Nanggala-402 ada di dalam kawah tersebut.

"Sampai saat ini kita belum menemukan badan tekan. Kami hanya memperkirakan, mungkin posisinya ada di situ (kawah). Dengan diameter 38 meter, kedalaman 10-15 meter. (Sementara) badan kapal lebarnya 8 meter. Sehingga kalau masuk ke sini, mungkinkah di dalam kawah ini ada badan tekan?" katanya.

"Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin mengetahui isi kawah ini. Kalau di kawah itu ditemukan menggunakan magnetometer untuk mengharapkan ada magnet di sana, berarti bisa ditemukan di situ adanya badan tekan. Tapi dalam operasi 3, 4, 5, mereka tidak menemukan apa-apa," tambahnya.

Dia menjelaskan dalam operasi ini, kapal China mendeteksi area dasar laut dengan lebar 2,5 km dan panjang 3,7 km. Dari lokasi tersebut, sejumlah barang KRI Nanggala-402 telah diangkat ke permukaan, termasuk liferaft yang beratnya 700 kg.

Sebelum dinyatakan subsunk (tenggelam), KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/4). Ada 53 orang yang gugur dalam insiden tersebut.

Simak Video: Tanda Tanya soal Kawah di Dekat Lokasi Tenggelamnya KRI Nanggala-402

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/idh)