Gambaran Posisi Kawah Misterius dengan Haluan-Anjungan KRI Nanggala-402

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 15:15 WIB
Jakarta -

Kapal Tan Suo Er Hao milik China melakukan survei bawah laut untuk mengangkat bagian kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali. Berdasarkan survei tersebut, ditemukan sebuah kawah yang berdiameter 38 meter.

"Tan Suo Er Hao melaksanakan survei bawah laut, dasar laut yang dalamnya kurang lebih 839 meter, apa yang didapatkan dari scan bawah laut dengan lebar 2,5 meter dan panjangnya 3,7 meter tersebut tidak jauh beda dengan data yang diberikan oleh KRI Rigel, tidak beda. Begitu juga penggambarannya kita bisa melihat di sini tempatnya haluan (bow section), kemudian di sini tempatnya anjungan (sail section) yang ada tulisannya... kemudian di sini tempatnya buritan (stern section)," kata Pangkormada II Laksamana Muda Iwan Isnurwanto dalam konferensi pers di Bali, Selasa (18/5/2021). Iwan memberikan penjelasan sambil menunjuk slide paparan.

Konpers TNI AL Soal KRI NanggalaPaparan soal Posisi Kawah dan Haluan-Anjungan KRI Nanggala-402 (Foto: Screenshot YouTube TNI AL)

Iwan menjelaskan kawah tersebut mempunyai kedalaman kurang-lebih 10-15 meter. Namun belum diketahui pasti isi sebenarnya kawah tersebut.

"Ada satu hal di sana tempat crater atau kawah yang lebarnya kurang lebih diameter 38 meter dengan kedalaman kurang-lebih 10-15 meter, ini yang sampai saat ini kita belum mengetahui apa sebenarnya kawah tersebut," ujar Iwan.

Dari hasil survei bawah laut itu, kapal Tan Suo Er Hao melaksanakan dive operations. Salah satunya, operasi difokuskan pada kawah di dekat bagian KRI Nanggala-402.

"Kemudian untuk dive operation keempat, fokusnya adalah pada crater atau kawah ini, kawah ini yang difokuskan pun mereka belum bisa menemukan apa sebenarnya di dalamya, karena ini posisinya gelap seperti yang dilihat di dalam slide posisinya gelap kedalamannya kurang-lebih 10-15 meter pun sampai sekarang apa sebenarnya di sana," tutur Iwan.

Iwan menjelaskan area pencarian pun diperluas. Saat ini, kata Iwan, masih ada bagian kapal yang belum ditemukan, yaitu pressure hull.

"Dive operations ke-5 tetap fokus di area dalam kawah dan memperluas area pencarian side sonar scan, ini fungsinya apa kok masih muter-muter terus. Karena sampai saat ini selain bow section, stern section, selain sail section masih ada satu lagi yang belum ditemukan, di mana itu yaitu pada posisi pressure hull-nya yang tengah-tengah yang besar yang kurang-lebih panjangnya 45 meter yang sampai sekarang belum ketemu posisinya," imbuh Iwan.

(knv/fjp)