Nama Abraham Samad Dicatut Tampilkan Konten Porno saat Konpers soal TWK KPK

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 21:09 WIB
Abraham Samad
Mantan Pimpinan KPK, Abraham Samad (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Nama mantan pimpinan KPK Abraham Samad dicatut orang tak dikenal saat konferensi pers di akun YouTube Sahabat ICW terkait polemik tes wawasan kebangsaan (TWK). Nama Abraham Samad muncul dengan menampilkan konten pornografi di tengah-tengah jalannya konpers.

Tampilan konten porno dengan mencatut akun Zoom bernama Abraham Samad muncul saat mantan pimpinan KPK Muchamad Jasin tengah menyampaikan pernyataannya. Secara tiba-tiba, layar beralih ke akun bernama Abraham Samad dengan menampilkan tangan menyodorkan layar ponsel yang menampilkan gambar mesum.

"Ada yang masuk nih, Pak," ucap peneliti ICW Kurnia Ramadhana sesaat setelah muncul gambar porno tersebut, Senin (17/5/2021).

Masuknya akun Zoom mencatut nama Abraham Samad menjadi tanda tanya. Sebab, sepanjang konpers berlangsung, yang bersangkutan tidak hadir karena kesulitan masuk bergabung dalam diskusi tersebut.

Konpers ini digelar ICW guna menyikapi permasalahan pemberhentian 75 pegawai KPK akibat gagal melewati TWK. Konpers yang dilakukan melalui media Zoom mengundang sejumlah mantan pimpinan KPK, seperti Busyro Muqoddas, Adnan Pandu Praja, Saut Situmorang, Moch Jasin, dan Agus Rahardjo.

Peneliti ICW Wana Alamsyah mengungkap sepanjang jalannya konpers setidaknya ada sembilan pola peretasan atau gangguan yang dialami.

- Pertama, menggunakan nama para pembicara untuk masuk ke media Zoom;
- Kedua, menggunakan nama para staf ICW untuk masuk ke media Zoom;
- Ketiga, menunjukkan foto dan video porno di dalam ruangan Zoom;
- Keempat, mematikan mik dan video para pembicara;
- Kelima, membajak akun ojek online Nisa Rizkiah puluhan kali guna mengganggu konsentrasinya sebagai moderator acara;
- Keenam, mengambil alih akun WhatsApp kurang-lebih 8 orang staf ICW. Sebagian nomor ada yg di-take over, sebagian sudah berhasil dipulihkan, sedangkan beberapa orang lainnya mengalami percobaan;
- Ketujuh, beberapa orang yang nomor WhatsApp-nya diretas sempat mendapatkan telepon masuk menggunakan nomor luar negeri (Amerika Serikat) dan juga puluhan kali dari nomor asal provider Telkomsel.
- Kedelapan, percobaan mengambil alih akun Telegram dan e-mail beberapa staf ICW. Namun, upaya pengambilalihan gagal;
- Sembilan, tautan yang diberikan kepada pembicara Abraham Samad tidak dapat diakses tanpa alasan yang jelas.

"Penting untuk diingat, bahwa upaya pembajakan ini bukan kali pertama terjadi pada aktivis masyarakat sipil. Sebelumnya pada kontroversi proses pemilihan Pimpinan KPK, revisi UU KPK tahun 2019, UU Minerba, serta UU Cipta Kerja praktik ini pernah terjadi," ucap Wana kepada wartawan.

Wana menyebut peretasan hari ini bukan hanya dialami oleh ICW, anggota LBH Jakarta dan Lokataru pun mengalami hal yang serupa. ICW menduga ini dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak sepakat dengan advokasi masyarakat sipil terkait penguatan pemberantasan korupsi.

"Pembungkaman suara kritis warga melalui serangan digital merupakan cara baru yang antidemokrasi. Maka dari itu, kami mengecam segala tindakan-tindakan itu dan mendesak agar penegak hukum menelusuri serta menindak pihak yang ingin berusaha untuk membatasi suara kritis warga negara," pungkasnya.

(fas/maa)