Akun WA Sejumlah Aktivis ICW Diretas, Akun Ojol Bikin Pesanan Sendiri

Matius Alfons - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 19:23 WIB
A magnifying glass is held in front of a computer screen in this file picture illustration taken in Berlin May 21, 2013. Hackers broke into U.S. government computers, possibly compromising the personal data of 4 million current and former federal employees, and investigators were probing whether the culprits were based in China, U.S. officials said on June 4, 2015. REUTERS/Pawel Kopczynski/Files
Ilustrasi peretasan (Pawel Kopczynski/REUTERS)
Jakarta -

Sejumlah aktivis ICW mengalami peretasan mulai akun WhatsApp hingga Gojek siang tadi. Para aktivis tersebut diduga diretas pada saat acara diskusi ICW dengan para mantan petinggi KPK.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu aktivis ICW, Nisa Rizkiah. Dia memastikan peretasan terhadap akun para aktivis ICW terjadi sekitar pukul 12.30 WIB hingga 12.45 WIB.

"Banyak sih ya yang kena retas. Tadi sebenarnya pertama banget tadi sekitar jam 12.45 WIB atau 12.30 WIB. Saya lupa jam pastinya, antara itu. Dua teman di ICW laporin di grup kalau akun WA mereka diretas, dan akun Telegram juga ada percobaan masuk dan gagal. Akun e-mail mereka juga coba diretas," kata Nisa saat dihubungi, Senin (17/5/2021).

Nisa menyebut sejumlah aktivis ICW yang diduga diretas yakni dirinya, Almas Sjafrina, Egi Primayogha, Lola Easter, hingga Adnan Topan Husodo. Dia menyebut saat itu memang dirinya bersama para aktivis lainnya tengah melakukan kegiatan diskusi webinar melalui Zoom bersama mantan pimpinan KPK lainnya terkait pelemahan KPK.

"Aku cuma kayak cek-cek, saat itu aku mau jadi moderator diskusi soal pelemahan KPK sama eks pimpinan KPK, lagi siapin bahan sambil cek-cek handphone juga," ucapnya.

Ketika itu, Nisa menyebut baru terkena peretasan pada pukul 13.53 WIB terkait percobaan peretasan akun Telegram miliknya. Kemudian selang beberapa menit kemudian, dia mengaku mendapatkan banyak telepon dari nomor-nomor yang tidak dikenal hingga pada akhirnya akun WhatsApp miliknya ter-logout.

"Tadi jam 13.53 WIB itu Telegram, terus 5 menit kemudian 13.58 WIB ada percobaan masuk lagi. Udah itu ke Telegram. Terus nggak lama saya masih lagi megang diskusi mulai masuk telepon-telepon banyak banget dari nomor nggak dikenal masuk. Terus pukul 14.42 WIB Whatsapp saya ke-logout, terus WA ke-logout dan saya nggak bisa buka lagi WA. Lalu 14.44 WIB saya dapat notif Tokopedia. PIN Tokopedia diubah, ada yang masuk," jelasnya.

Tak berhenti sampai di situ, kemudian pukul 15.15, Nisa menyebut akun Gojek miliknya juga ternyata mengalami peretasan. Saat itu, kata dia, banyak order yang tiba-tiba datang ke rumahnya akibat peretasan tersebut hingga akhirnya dia tidak bisa melanjutkan acara diskusi bersama pimpinan KPK tersebut.

"Pukul 15.15 WIB, orang yang di rumah saya (bilang) di depan ada banyak Gojek, ada yang bawa makanan, ada yang Goride, ada yang Gocar, aku bilang, 'Aku nggak order, lagi diskusi, lagi kerja. Aku sudah ngeh salah satu upaya. Cuma aku biarin aja, terus fokus diskusi. Akhirnya orang rumah balik lagi, tambah banyak, aku bilang, 'Nggak bisa lanjut diskusi', karena di rumahku banyak banget Gojek," paparnya.

Upaya peretasan tersebut, kata dia tidak hanya terjadi pada para aktivis. Dia menyebut saat proses diskusi Zoom ada sejumlah upaya peretasan, seperti mikrofon para narasumber yang tiba-tiba dimatikan, hingga ada muncul gambar porno pada salah satu layar peserta yang diduga hacker tersebut.

"Tadi di proses Zoom juga masuk ke Zoom dengan berbagai macam nama, pakai nama teman-teman ICW, pakai nama alumni-alumni ICW, dan ada satu yang masuk, dan orang yang kemasukin ini nutupin muka dengan layar handphone, lalu dia arahkan handphone-nya ke arah video bokep dia puter. (Saat itu) langsung di-take out (dari Zoom), lagi awal narasumber Pak Agus, siapa lagi narasumber kedua itu setelah Pak Agus, Pak Saud. Mereka ngomong miknya mati sendiri," ungkapnya.

Nisa pun tidak mau berspekulasi terkait pelaku peretasan tersebut. Namun dia menyimpulkan seluruh upaya peretasan terjadi ketika proses diskusi bersama mantan pimpinan KPK terkait pelemahan KPK.

"Saya nggak mau simpulkan ada hubungan, tapi karena ini kan serbasalah. Saya mau simpulkan takutnya bukan. Tapi kalau bukan, juga agak membingungkan karena yang diretas hari ini semua teman-teman aktivis ICW, aktivis YLBHI, teman-teman yang punya concern sama terhadap pelemahan KPK," sebutnya.

Simak video 'Kebijakan Baru WhatsApp Mulai Berlaku Hari Ini, Sudah Tahu?':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/knv)