Eks Ketum FPI dkk Dituntut 1,5 Tahun Penjara di Kasus Kerumunan Petamburan

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 20:48 WIB
Sidang Habib Rizieq
Ilustrasi sidang Habib Rizieq (Luqman/detikcom)
Jakarta -

Eks Ketua Umum (Ketum) FPI Ahmad Shabri Lubis bersama empat terdakwa lain dituntut 1 tahun 6 bulan penjara. Mereka diyakini melakukan penghasutan sehingga menimbulkan kerumunan di Petamburan, Jakarta pusat (Jakpus), yang dianggap melanggar aturan mengenai pandemi COVID-19 terkait acara Maulid Nabi Muhammad Saw-pernikahan putri Habib Rizieq Shihab.

Empat terdakwa lainnya adalah Haris Ubaidillah, Ali Alwi Alatas bin Alwi Alatas, Idrus alias Idrus Al-Habsyi, dan Maman Suryadi. Rizieq diyakini bersalah melanggar pasal berlapis, yakni:

1. Pasal 160 KUHP juncto Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau;
2. Pasal 216 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau;
3. Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau;
4. Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan
5. Pasal 82A ayat (1) juncto 59 ayat (3) huruf c dan d UU RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan Menjadi Undang-Undang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 10 huruf b KUHP juncto Pasal 35 ayat (1) KUHP.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas bin Alwi Alatas, Idrus alias Idrus Al-Habsyi, dan Maman Suryadi dengan pidana penjara masing-masing selama 1 tahun dan 6 bulan," ujar jaksa saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Senin (17/5/2021).

Jaksa juga menyampaikan hal yang memberatkan dan meringankan. Salah satu hal yang memberatkan adalah tidak sopan selama persidangan.

"Hal-hal yang memberatkan. Pertama, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam percepatan pencegahan COVID-19 bahkan memperburuk kedaruratan kesehatan masyarakat. Dua, perbuatan terdakwa mengganggu ketertiban umum serta mengakibatkan keresahan masyarakat. Tiga, para terdakwa tidak menjaga sopan santun dan berbelit-belit dalam memberi keterangan di persidangan," kata jaksa.

"Hal-hal yang meringankan, para terdakwa diharapkan dapat memperbaiki diri pada masa yang akan datang," sambung jaksa.

Jaksa menyebut Shabri Lubis dkk dianggap telah terbukti melakukan penghasutan untuk hadir dalam acara pernikahan putri Habib Rizieq. Pada saat itu, Habib Rizieq meminta agar acara digelar bersamaan dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Terdakwa Shabri Lubis dkk kemudian membentuk panitia, di mana terdakwa Ahmad Shabri Lubis, Haris Ubaidillah, dan Ali Alwi Alatas bin Alwi Alatas membuat surat yang ditandatangani dengan logo FPI ditujukan Sudin Perhubungan Jakarta Pusat. Setelah Habib Rizieq berada di Petamburan, para terdakwa sebagai panitia kegiatan pernikahan putri Habib Rizieq dan panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mengajukan izin kegiatan tersebut.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2