500 Guru Serbu DPR dan Istana
Senin, 13 Mar 2006 06:02 WIB
Jakarta - Setelah unjuk rasa oleh ribuan Kepala Desa dari sejumlah daerah beberapa waktu lalu, kini giliran 500 guru swasta Yogyakarta bakal menyerbu DPR dan Istana Negara. "Sekitar 500 guru swasta dengan 10 bus telah berangkat dari Yogyakarta kemarin sore," kata anggota LBH Yogyakarta, Iwan ketika dihubungi detikcom, Senin (13/2/2006).Dia menjelaskan, setelah menginap di Masjid Istqlal, massa akan bergerak menuju DPR pada pukul 09.00 WIB. Setelah dari DPR, pada siang harinya, massa akan mendatangi Istana Negara."Namun kita dijanjikan bahwa 10 perwakilan kita diterima oleh asisten Sekretaris Kabinet. Kita juga melakukan aksi di depan istana. Kepastian waktunya belum tahu, tunggu kepastian," ujar Iwan.Guru swasta ini menuntut keadilan berkaitan dengan PP No 48/2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi PNS, yang dinilai diskriminatif. Selama ini guru swasta merasa seperti dianaktirikan. Mereka merasa tidak mendapat penghasilan yang layak, bahkan jauh di bawah upah minimum kota (UMK)."PP 48 diskriminatif. Gaji guru swasta minimal dialokasikan dari anggaran APBN dan APBD seperti guru bantu yang dapat alokasi Rp 710 ribu per orang," urai Iwan.Dia memperkirakan jumlah massa akan bertambah karena keikutsertaan para guru swasta dari DKI Jakarta dan Banten. Unjuk rasa ini tidak akan mengganggu proses mengajar karena para guru swasta itu hanya sebagian kecil saja."Kita hanya 500 guru dari total 11-an ribu guru swasta di Yogyakarta. Pengajaran masih berlanjut," jelas Iwan.Namun, apabila tuntutan para guru swasta itu tidak digubris oleh pemerintah, maka unjuk rasa dengan jumlah yang jauh lebih besar akan terus dilakukan. "Kalau ditolak, mungkin guru yang diturunkan dari se-Jawa," tandasnya.
(atq/)











































