Sampah Menggunung di Pasar Glugur Labuhanbatu Gegara TPA Overload

Ahmad Fauzi Manik - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 16:27 WIB
Tumpukan sampah di Labuhanbatu (Ahmad Fauzi-detikcom)
Tumpukan sampah di Labuhanbatu (Ahmad Fauzi/detikcom)
Labuhanbatu -

Warga mengeluhkan sampah yang tak diangkut selama sepekan menumpuk di sekitar Pasar Glugur, Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Labuhanbatu menyebut kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) Perlayuan yang overload menjadi penyebabnya.

Kepala Dinas LH Labuhanbatu Nasrullah mengatakan truk pengangkut sampah tak bisa masuk ke TPA karena jalan sudah tertutup tumpukan sampah. Dia menyebut Pemkab Labuhanbatu sudah menyewa alat berat untuk membuka jalan, tapi tak kunjung datang.

"Saat ini truk-truk pengangkut sampah tidak bisa masuk ke TPA. Karena jalannya sudah tertutup sampah. Dari beberapa hari sebelum Lebaran, kita sebenarnya sudah mencoba menyewa alat berat (back hoe), namun ternyata tak datang-datang," kata Nasrullah, Senin (17/5/2021).

Nasrullah mengatakan alat berat seharusnya beroperasi mulai hari ini. Dia menargetkan truk-truk pengangkut sampah bisa memasuki TPA Perlayuan setelah jalan dibuka.

"Nanti beberapa hari ke depan setelah jalannya bisa kita buat, sampah tersebut akan gilir ramai-ramai dengan truk-truk Pasar Glugur," ujar dia.

Dia juga menyebut Pemkab Labuhanbatu sudah merencanakan pembuatan TPA baru sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, katanya, rencana pembuatan TPA baru di Bandar Kumbul tersebut terganjal peraturan dari pemerintah pusat.

"Pemkab sebenarnya sudah mengajukan pembuatan TPA baru di Bandar Kumbul sejak beberapa tahun lalu. Namun, syarat dari pusat, alas hak tanah untuk TPA harus milik Pemkab, sementara yang Bandar Kumbul alas haknya bukan milik Pemkab. Itulah sebabnya hingga kini belum terealisasi," sebut Nasrullah.

Nasrullah mengatakan pihaknya masih mencari tempat lain yang memenuhi syarat untuk dijadikan TPA. Namun tempat tersebut belum ditemukan.

Penggiat lingkungan dari Yayasan Times Sumatera, Budhi Awaludin Gultom, mengkritik langkah Pemkab Labuhanbatu lambat menangani masalah sampah. Dia juga mengkritik rencana pembuatan TPA baru.

"Sekarang ini sudah sangat banyak kajian mengenai pemanfaatan sampah. Selain bernilai ekonomis, sebenarnya yang paling penting itu ialah kelestarian lingkungan dari pengelolaan yang benar. Ini harus mereka pahami sebagai pemangku kebijakan," tegas Budhi.

"Jadi lupakan saja untuk mendirikan TPA baru. Pemkab seharusnya mulai menyadari tentang pengolahan sampah yang benar," sambungnya.

Tonton juga Video: Jokowi Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah Listrik di Surabaya

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)