1,5 Juta Orang Mudik dari Jakarta, Jokowi Minta PPKM Mikro Diperkuat

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 13:07 WIB
Momen Lebaran tahun ini turut larang mudik lokal. Meski begitu, masih ada warga di Bandung yang tetap mudik untuk bersilaturahmi dengan keluarga saat Lebaran.
Ilustrasi warga nekat mudik (Wisma Putra/detikcom)
Jakarta -

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan masih banyaknya warga yang nekat mudik Lebaran 2021 meski telah dilarang. Tercatat, ada 1,5 juta orang yang mudik dari Jakarta.

"Yang mudik keluar dari Jakarta sebesar 1,5 juta dan ke Sumatera sekitar 440 ribu dan mudik di Jawa sekitar 1.023.290," kata Airlangga seusai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam jumpa pers virtual, Senin (17/5/2021).

Airlangga memastikan pemerintah akan memonitor pergerakan para pemudik itu dalam 2 minggu ke depan. Dia berharap tidak terjadi lonjakan kasus akibat warga masih nekat untuk mudik.

"Nah inilah yang tentunya dalam 2 minggu ke depan kita monitor dan mudah-mudahan tidak menimbulkan kenaikan kasus," katanya.

Tak hanya masih banyaknya warga yang nekat mudik saat dilarang, mobilitas penduduk saat libur Lebaran 2021 juga tinggi di beberapa daerah. Selain itu, tempat wisata mengalami peningkatan jumlah pengunjung hingga 100 persen.

"Seminggu sebelum Lebaran dan 4 hari di weekend pada saat Lebaran yang kenaikannya 38 sampai 100%, terutama di Jakarta, kemudian juga di Subang dan Pangandaran," ujar Airlangga.

Karena itu, kata Airlangga, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan agar PPKM Mikro untuk diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Random test COVID-19 juga akan dilakukan untuk beberapa provinsi yang menuju Jakarta.

"Pemerintah juga memberlakukan random tes untuk beberapa provinsi yang menuju Jakarta di Jawa dan tentunya ini tadi arahan Bapak Peesiden untuk memperkuat PPKM Mikro, baik di tempat mereka berangkat maupun di tempat tujuan di daerah, di Jakarta," kata Airlangga.

"Kemudian khusus untuk dari Sumatera dilakukan mandatory check di Pelabuhan Bakauheni dan di tempat mereka berangkat. Tentunya kita berharap bahwa mereka yang masuk ke Jawa terutama dari wilayah yang naik itu sudah aman dari COVID," imbuh dia.

(mae/tor)