Mahasiswa Bali Kutuk Bom Pura di Poso
Minggu, 12 Mar 2006 06:09 WIB
Denpasar - Puluhan mahasiswa Hindu di Bali yang tergabung dalam Mahasiswa Cinta Damai berunjuk rasa mengutuk pengeboman di Pura Jagatnatha, Poso, Palu. Mereka mendesak pemerintah segera menangkap pelaku. Unjuk rasa dilakukan dengan melakukan long march dari kampus IHDN menuju Polda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar. Mereka mengusung spanduk dan poster yang mengutuk pemboman Pura di Poso. Diantara spanduk bertuliskan "Usut!! Pemboman Pura di Poso", "Kenapa harus ada Bom, kita semua bersodara".Massa juga menggelar orasi. Mereka meminta agar masyarakat Bali tidak terprovokasi oleh ulah para teroris. "Masyarakat untuk tidak terprovokasi. Jangan sampai Bali jadi Poso ke dua," kata koordinator aksi D. Sures Kumar, Sabtu (11/03/2006).Mahasiswa menyesalkan pemboman yang berulang kali di Poso hingga kali ini memakan korban luka-luka merupakan warga Bali yang saat ini menetap di Poso. "Konflik Poso Palu selalu diarahkan ke konflik antar umat beragama," tegasnya.Setelah berorasi, mahasiswa membacakan sikap mengecam pemerintahan RI yang tidak mampu menyelesaikan konflik di Poso. Pemerintah diminta untuk segera menangkap dan mengadili pelaku. Massa meminta warga Bali di Poso untuk tidak terpancing isu sara. Mereka juga mendesak Kapolri segera mencopot Kapolda Sulteng yang dinilai gagal mengamankan wilayah Poso.Mahasiswa ditemui oleh Direktur Samapta Kombes Polisi Ismail Ernawi dan Kabid Humas Kombes Polisi AS Reniban. "Apa yang menjadi harapan masyarakat ini akan kita sampaikan ke pimpinan dan nantinya akan diteruskan kepada kapolri," ujar Reniban. Mengantisipasi keamanan di Bali, Polda mengerahkan Densus 88 anti teror, dan pencegahan Samapta dan Pariwisata serta Babinkantibmas. "Sudah ada perintah dari pimpinan sejak kejadian kemarin itu untuk meningkatkan kewaspadaan," tandasnya.
(fay/)











































