KCI Jelaskan Penyebab Penumpang KRL Numpuk di Libur Lebaran

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 19:34 WIB
Pengguna KRL hilir mudik di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, saat libur Lebaran. Begini situasi terkini di lokasi.
Ilustrasi Stasiun Manggarai saat Libur Lebaran. (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegur PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) karena penumpukan di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan (Jaksel). PT KCI mengungkap kepadatan di masa libur Idul Fitri terjadi karena ada 'penumpang baru'.

Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari menjelaskan jumlah penumpang KRL di libur Lebaran ini menurun bila dibandingkan hari normal atau sekitar 320 ribu per harinya. Mukti mengatakan jumlah penumpang KRL di hari normal sekitar 420 ribu per harinya.

"Namun yang menjadi perhatian kita adalah, kalau hari-hari biasa dengan penumpang 420 ribu itu adalah penumpang yang frequent rider. Yang tiap hari naik dan turun, wira wiri untuk kerja, untuk berdagang, dan lain-lain. Nah fenomena yang terjadi pada saat angkutan lebaran ini banyak ini, penumpang baru yang baru pertama kali naik kereta. Sehingga dengan rombongan, dengan keluarganya, kita untuk mengatur physical distancing itu harus ekstra, ekstra tegas sedikit. Karena ada yang takut terpisah deri keluarganya, bahkan ada terpisah dari anaknya sehingga kami sangat konsen terhadap hal itu," ujar Mukti, di Stasiun Manggarai, Jaksel, Minggu (16/5/2021).

Dia memahami yang dirasakan penumpang baru ini saat menaiki KRL. Karena itu, lanjut Mukti, petugas harus bekerja ekstra.

"Di suruh duduk ke kursi pisah aja, berhadap-hadapan aja susah, sehingga mereka masih selalu bergandengan tangan di keluarga-keluarga mereka itu. Jadi kami tetap walaupun hanya 320 ribu rata-rata itu, kami tetap ekstra keras untuk melaksanakan penerapan sosial distancing baik di stasiun maupun di atas kereta," jelas Didiek.

Di tempat yang sama, Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo mengatakan KAI Grup menjalankan protokol kesehatan COVID-19 sesuai aturan pemerintah. Didiek menjelaskan PT KAI menerima masukan dan evaluasi dari Menhub.

Dia pun mengatakan PT KCI menambah 14 kereta api (KA) di Stasiun Manggarai agar tidak ada lagi penumpukan baik di stasiun maupun di dalam KRL. Rapid test antigen secara random juga dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Jadi intinya di dalam masa liburan Idul Fitri mulai 6 Mei sampai dengan 17 Mei, sekarang tanggal 16 Mei, PT kereta api Indonesia menjalankan transportasi berbasis rel, khususnya kereta api commuter di Manggarai ini dan di Jabodetabek dengan tetap mematuhi aturan pemerintah baik dari satgas pencegahan penyebaran covid yang dipimpin Pak Dony Monardo, maupun dari Kementerian Perhubungan, sesuai dengan surat edaran Dirjen Kereta Api," kata Didiek.

"Kita melakukan antisipasi-antisipasi di stasiun keberangkatan, Bekasi, Bogor, Tanggerang, Rangkas, semua sudah kita siapkan lebih dari 900 perjalanan KA. Intinya KAI tetap akan menjalankan amanah sebagai penyelenggara jasa transportasi berbasis rel, transportasi masal di Jabodetabek ini dengan protokol kesehatan yang baik. Kami mengimbau kepada seluruh pengguna transportasi KRL Jabodetabek mari menjaga protokol kesehatan dengan bersikap kerja sama," tambah Didiek.

Simak video 'Ditegur Menhub soal Tumpukan di Stasiun Manggarai, Ini Respons KAI':

[Gambas:Video 20detik]