Prestasi dan Kisah Sukses 30 Tahun Mitra Netra

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 16:13 WIB
Kegiatan Mitra Netra
Menyanyi dengan Caca di yayasan Mitra Netra dengan Anita Tanjung (Ketua Pembina Mitra Netra) (Foto: Dok Mitra Netra)
Jakarta -

30 Tahun sudah Mitra Netra berinovasi dan menemukan solusi mewujudkan tuna netra yang cerdas, mandiri dan bermanfaat. Berkiprah sejak 14 Mei 1991 inilah deretan kisah sukses Mitra Netra.

"Pertama, Mitra Netra berperan membangun sistem produksi dan distribusi buku yang accessible yang bisa diakses sendiri oleh tuna netra Indonesia. Mulai dari buku braile, kami juga menciptakan aplikasi braile pembuat buku braile conventer untuk membuat buku pelajaran sehingga bisa memproduksi cepat dalam skala masif," kata Aria Indrawati, salah satu founder Mitra Netra, Selasa (5/5/2011).

Berikutnya Mitra Netra juga membuat aplikasi khusus membuat buku braile di bidang matematika yang membutuhkan simbol khusus. Di awal tahun 2000-an, Mitra Netra juga menginisiasi pembuatan kamus elektronik.

"Mitra Netra Electronic Dictionary sangat membantu tuna netra untuk mahir berbahasa Inggris sehingga mendapatkan skor yang menggembirakan. Bahasa Inggris tidak lagi dianggap sulit karena bisa mengakses kamus," kata Ketua Pertuni ini.

Kegiatan Mitra NetraPre-employment soft skill training (Foto: Dok Mitra Netra)

Mitra Netra juga menjadi lembaga pertama di Indonesia yang menghadirkan komputer bicara. Bermula dari impor aplikasi berbasis DOS pada tahun 1992 dikembangkan sampai kini menjadi digital konten. Kala itu, Mitra Netra menjadi penyelenggara pertama kursus komputer untuk kalangan tuna netra.

"Setelah 10 tahun berjalan tuna netra mengenal teknologi komputer kemudian menyebarkan ide itu ke daerah. Untuk menyebarkan ke daerah Mitra Netra mengakses donor lokal dan internasional supaya bisa menyelenggarakannya. Beberapa pendukung seperti Microsoft, Overbrook Nippon Network on Educational Technology (ON-NET), Philadelphia School of Blind mereka membiayai pengembangan software komputer kami," kata Aria.

Kegiatan Mitra NetraOuting anak-anak tuna netra di Kebun Raya Bogor bersama Ketua Pembina Anita Tanjung (Foto: Dok Mitra Netra)

Mitra Netra juga memberikan capacity building kepada guru-guru yang dipilih. Mitra netra juga membangun perpustakaan online pada tahun 1992 agar bisa diakses seluruh Indonesia.

"Karena buku braile costnya mahal kemudian kami membuat audio digital yang direkam dan didistribusikan. Awalnya didistribusikan dalam bentuk CD namun karena pandemi kemudian kami upload agar bisa diakses secara online yang kami beri nama pustaka Mitra Netra kami bangun pada 2014 wakti itu kami dapat grand dari IBM. Buku audio juga dipload agar bisa diakses secara online," paparnya.

Di bidang pendidikan, Mitra Netra juga berprestasi dalam memberikan solusi bagi kemudahan tuna netra untuk belajar di sekolah umum. Salah satu upayanya dengan membuat buku panduan untuk guru sekolah reguler.

"Salah satu tantangannya adalah mengakses pelajaran matematika. Ini penting agar tuna netra tidak hanya memiliki kemampuan berbahasa tapi juga kemampuan berhitung dan ini akan berdampak kepada kualitas mereka sebagai sumber daya manusia handal. Saat ini kami sedang menginseminasi ide dengan PTN yang mempunyai prodi Matematika," paparnya.

"Alhamdulillah ide gagasan kami disambut baik oleh tiga perguruan tinggi yang kami approach, UIN Sunan Kalijogo bahkan berjanji akan membantu menyebarkan gagasan kami," katanya.

Selain itu Mitra Netra juga menggelar berbagai training pre employment. Salah satu program unggulannya adalah return to work.

"Return to work programm, program ini kami kembangkan untuk mendampingi karyawan yang karena satu hal menjadi tunanetra. Kami kemaskan program dengan nama return to work ini diatur pemerintah hanya sampai sekarang implementasinya belum sistematis. Hah Mitra Netra mengembangkan layanan itu nanti akan mendapatkan layanan konseling lalu mendapatkan layanan yang dibutuhkan lalu akan beradaptasi dengan lingkungan kerja mereka kembali," pungkasnya.

(van/knv)