Birgaldo Sinaga dan Aksi Kemanusiaan yang Dikenang Sahabatnya

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 09:31 WIB
Birgaldo Sinaga (Instagram @birgaldo_sinaga)
Foto: Birgaldo Sinaga (Instagram @birgaldo_sinaga)
Jakarta -

Pegiat media sosial Birgaldo Sinaga tutup usia usai berjuang melawan COVID-19. Aksi kemanusiaan Birgaldo Sinaga amat membekas untuk sahabatnya.

Dirangkum detikcom, Minggu (16/5/2021), Birgaldo Sinaga pernah menyuarakan kasus bayi Debora yang meninggal karena kendala biaya rumah sakit. Aksi Birgaldo ini dikenang Permadi Arya atau Abu Janda.

"Bang Birgaldo mungkin satu2nya influencer yang pernah mampu membuat pemerintah menerbitkan kebijakan, saat dia perjuangkan kasus malpraktek bayi Debora yang membuat Menkes menerapkan kebijakan baru pada Rumah Sakit agar kasus sama tak terulang.. sungguh seorang pejuang kemanusiaan," tulis Abu Janda di media sosialnya.

Kasus Bayi Debora yang amat pilu itu terjadi pada 2017 di wilayah Jakarta Barat. Bayi Debora meninggal karena tak ditangani tepat waktu akibat terbentur biaya kembali terjadi di Ibu Kota Indonesia.

Bayi Debora meninggal karena sebuah rumah sakit swasta tak mau melakukan perawatan tanpa uang muka. Kisahnya sempat luput dari perhatian publik, namun akhirnya dibuat viral oleh Birgaldo Sinaga di akun Facebook-nya.

"Ibu bayi Debora menceritakan semuanya kepada saya. Kita juga simpan bukti-bukti dokumen," kata Birgaldo saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/9/2017).

Cerita bayi Debora pun mengundang simpati kala itu. Unggahan Birgaldo dibagikan hampir 15 ribu kali dan mengundang 21 ribu lebih reaksi di akun Facebooknya.

Birgaldo Sinaga menjadi anggota tim advokasi dari pihak keluarga bayi Debora. Dalam konferensi pers di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017), Birgaldo meminta rumah sakit terkait minta maaf.

"Kami tidak akan menuntut angka, tapi kami menuntut permintaan maaf dan deklarasi bahwa rumah sakit ini dan rumah sakit seluruh Indonesia tidak mengulangi kesalahan sehingga kematian Debora menjadi martir bagi kehidupan bayi-bayi lainnya," kata Birgaldo.

Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kalideres menanggapi cerita Birgaldo dengan membuat rilis penjelasan soal peristiwa pilu itu. RS punya versi cerita yang berbeda.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah menelan informasi tanpa mencerna dan mendalami dahulu duduk persoalan sesungguhnya. Di atas segalanya, kami menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bapak-Ibu, T. Rudianto Simanjorang-Henny Silalahi," demikian bunyi penggalan pernyataan media RS Mitra Keluarga Kalideres.

Simak juga 'Selamat Jalan Sapri Pantun...':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)