Larangan Ziarah Dikritik, Bamus Betawi: Anies Sayang Rakyatnya

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 09:02 WIB
Suasana TPU Prumpung Jaktim 14 Mei 2021
Suasana TPU Prumpung, Jumat (14/5). (Afzal/detikcom)
Jakarta -

Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal larangan ziarah kubur selama libur Lebaran menuai kritik. Ketua Majelis Adat Bamus Betawi Nuri Thaher menyebut Anies Baswedan justru peduli warga Jakarta dengan mengeluarkan kebijakan larangan ziarah kubur selama libur Lebaran.

"Pak Anies sangat memahami itu (ziarah kubur), karena beliau sekolahnya sudah keliling dunia dan agamanya setahu saya pun bagus. Kalau dinyatakan tidak memahami (budaya Betawi), yang tidak memahami itu rupanya yang menganalisis. Karena apa? Karena COVID ini sudah merajarela, COVID ini bukan berturun, bertambah, apalagi dengan Lebaran," kata Nuri kepada detikcom, Sabtu (15/5/2021).

Nuri menjelaskan pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk membatasi aktivitas warga agar aman dari COVID-19. Lagi pula, menurut Nuri, ziarah kubur bisa dilakukan di luar libur Lebaran.

"Kalau di makam kan luar biasa kita, satu makam itu bisa 5-10 orang. Nah, itu kumpul. Kita menjaga jarak, 3M, itu kurang, namanya orang ziarah kan. Itu sudah dipikirkan," ujar Nuri.

"Jadi secara bulat oleh tim itu memutuskan dilarang saja dulu. Kan ziarah kubur kapan saja kita bisa. Jadi bukan dilarang," tambahnya.

Anies, menurut Nuri, justru sayang kepada rakyat Jakarta dengan mengeluarkan kebijakan larangan ziarah kubur selama libur Lebaran. Jika Anies tak melarang berkerumun, justru Nuri menilai Anies tak peduli pada warga Jakarta.

"Dia (Anies) sayang sama masyarakatnya. Pak Anies sayang sama masyarakatnya, sama rakyatnya dia sayang. Kalau dia nggak sayang, dia nggak peduli itu. Itu intinya menurut saya," ucapnya.

Bagi Nuri, kritik terhadap kebijakan Anies adalah hal lumrah. Nuri memahami kebijakan Anies yang melarang ziarah kubur karena kondisi darurat pandemi saat ini.

"Itu wajarlah namanya kritik. Kecuali wajib itu, ini pun sunah tidak. Yang namanya ziarah itu memang adat kita, budaya kita, tapi bisa diubah dengan keadaan darurat. Nah, ini darurat, kalau dilepas bisa belasan ribu lagi," imbuhnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Tonton Video: Warga DKI Tetap Ziarah Meski Ditutup, Anies: Petugas Kita Perbanyak

[Gambas:Video 20detik]