Anies akan Tambah Petugas Jaga Usai Ricuh Peziarah di TPU Tegal Alur

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 14 Mei 2021 12:04 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Tiara Aliya/detikcom)
Foto: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Peniadaan ziarah makam selama momen Lebaran, yang ditetapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, memicu protes warga. Di TPU Tegal Alur, perziarah ramai-ramai protes kepada petugas permakaman karena pintu masuk TPU ditutup dan merekapun membuka paksa pintu pagi tadi.

Anies Baswedan pun angkat suara. Dia menegaskan kembali kawasan ziarah masih ditutup.

"Ya itu semua ditutup. Nanti kita akan tegaskan kembali," kata Anies kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat (14/5/2021).

Anies menegaskan kebijakan itu masih berlangsung hingga lusa. Dia pun mengaku akan menambah petugas di lokasi.

"Kawasan ziarah memang masih ditutup dan petugas kita juga diperbanyak," tegasnya.

Untuk diketahui, sejak kemarin warga memang terus berdatangan ziarah meski ada larangan tersebut. Hari ini, bahkan sempat ada kericuhan di TPU Tegal Alur.

detikcom memantau suasana di TPU Tegal Alur, Jakbar, pukul 09.45 WIB. Kericuhan bermula saat dua pemuda cekcok dengan petugas karena tak diperbolehkan masuk.

Di saat yang bersamaan, ada seorang ibu juga yang terlihat menangis. Dia meminta untuk berziarah karena baru saja ditinggalkan salah seorang anggota keluarganya.

Cekcok tersebut memicu protes warga lain. Mereka berteriak-teriak sambil mengangkat tangan di dekat pagar.

Di antara warga yang protes, ada seorang pria yang mencurahkan keluh kesahnya. Dia heran karena pemakaman ditutup.

"Sekarang makam ditutup, lihat mal! Orang-orang pada makan, belanja, semua," kata pria tersebut di lokasi.

Lihat juga Video: Warga DKI Tetap Ziarah Meski Ditutup, Anies: Petugas Kita Perbanyak

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/aud)